Sebagai bentuk pembalasan, Iran melancarkan serangan ke Uni Emirat Arab (UEA) yang menewaskan enam perwira senior CIA dan melukai dua agen lainnya, menurut laporan Tasnim.
Korps Garda Revolusi Klaim Tewaskan 560 Personel AS
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim telah menyerang pangkalan militer AS di beberapa negara, termasuk Bahrain, Qatar, Irak, UEA, dan Kuwait. Dalam pernyataannya, IRGC menyebut serangan tersebut mengakibatkan 560 personel militer AS tewas atau luka.
IRGC merinci bahwa fasilitas militer AS di Bahrain diserang rudal balistik, sementara serangan drone menyebabkan kerusakan parah. Pangkalan udara di Kuwait juga diklaim dilumpuhkan.
Respons Terbatas dari Washington
Hingga berita ini dirilis, Washington belum merespons secara resmi klaim korban di pihaknya yang dilaporkan media Iran. Pentagon baru mengakui tiga tentara AS tewas dalam serangan balasan Iran, yang menjadi korban pertama sejak konflik dimulai pada Sabtu, 28 Februari 2026.
Situasi di kawasan Timur Tengah masih tegang dengan potensi eskalasi lebih lanjut menyusul serangan dan klaim dari kedua belah pihak.
Artikel Terkait
Kongres AS Selidiki Kematian Misterius 11 Ilmuwan: Pentagon, FBI, NASA Diminta Klarifikasi
Iran Tolak Perundingan Damai dengan AS: Penyebab, Ancaman Trump & Dampaknya
Trump Tolak Cabut Blokade Pelabuhan Iran: Syarat & Dampak Terkini 2026
Peringatan Gempa M8+ di Jepang: Waspada Tsunami di 182 Kota Pasca Gempa M7.4