Kerusakan pada infrastruktur ini dapat melumpuhkan aktivitas ekonomi dengan cepat. Gangguan besar di negara-negara Teluk akan berdampak global, mengingat peran strategis mereka dalam pasar energi dunia.
Dampak terhadap Stabilitas Ekonomi dan Petrodolar AS
Stabilitas negara Teluk sangat vital bagi ekonomi AS. Selama ini, sistem petrodolar membuat negara produsen minyak mendaur ulang pendapatannya ke pasar keuangan AS, termasuk investasi di sektor teknologi.
Jika konflik mengganggu ekspor minyak normal, aliran dana ke pasar AS dapat terganggu. Dalam skenario ekstrem, kondisi ini berpotensi mengguncang stabilitas ekonomi Amerika Serikat secara lebih luas.
Keterbatasan Taktik dan Dukungan Politik Domestik AS
Jiang menilai tujuan AS untuk mendorong perubahan rezim di Iran tidak dapat dicapai hanya lewat serangan udara. Operasi semacam itu kemungkinan memerlukan keterlibatan pasukan darat skala besar.
Namun, pemerintah AS menghadapi keterbatasan dukungan publik domestik untuk kembali terlibat perang darat di Timur Tengah. Trauma konflik panjang di Irak dan Afghanistan membatasi ruang manuver politik untuk eskalasi militer besar-besaran.
Kesimpulan: Konflik yang Melampaui Bidang Militer
Secara keseluruhan, analisis Prof. Jiang Xueqin menyimpulkan bahwa potensi konflik AS-Iran bukan hanya persoalan militer. Ini adalah pertarungan ketahanan ekonomi, dukungan politik domestik, dan stabilitas sistem keuangan global.
Dinamika geopolitik yang cair, posisi sekutu, serta respons komunitas internasional akan menjadi penentu utama arah dan dampak konflik di masa depan.
Artikel Terkait
Iran Klaim Tembak Kapal Perang AS di Teluk Oman, Centcom Bantah Keras
Citra Satelit Ungkap Hancurnya Pangkalan Militer AS di Kuwait Akibat Serangan Rudal Iran
Topan Jangmi Lumpuhkan Jepang: 60.000 Rumah Mati Listrik, Ratusan Penerbangan Batal
Trump Murka ke Netanyahu: Sebut Gila hingga Ancam Penjara, Perang Lebanon Jadi Pemicu