Strategi ini diduga kuat meniru taktik Rusia dalam perang Ukraina sejak 2023. Moskow diketahui melukis gambar pesawat tempur dan sistem rudal di lapangan terbuka sebagai umpan (decoy). Tujuan utamanya adalah mengelabui satelit pengintai dan drone, memaksa musuh menghabiskan amunisi mahal untuk target palsu.
Iran, yang menghadapi ratusan serangan udara Israel, diduga menerapkan trik serupa secara luas. Laporan menyebutkan Pasukan Garda Revolusi Islam (IRGC) melukis gambar helikopter, pesawat, dan sistem pertahanan udara di lokasi strategis dengan biaya murah. Taktik ini berhasil memancing Israel menggunakan rudal presisi bernilai jutaan dolar untuk menghancurkan "seni jalanan" optik.
Kemenangan Psikologis dan Eskalasi Konflik
Beberapa sumber di media sosial Iran menyebut kejadian ini sebagai "kemenangan murah" atas musuh. Sementara itu, Israel belum memberikan tanggapan resmi atas tudingan menyerang decoy. IDF hanya menegaskan operasi mereka menargetkan "aset militer aktif".
Insiden ini menunjukkan kompleksitas perang asimetris, di mana negara dengan sumber daya terbatas menggunakan kecerdikan untuk menetralkan keunggulan teknologi lawan. Konflik kedua negara tetap memanas dengan potensi eskalasi lebih lanjut.
Artikel Terkait
Iran Klaim Tembak Kapal Perang AS di Teluk Oman, Centcom Bantah Keras
Citra Satelit Ungkap Hancurnya Pangkalan Militer AS di Kuwait Akibat Serangan Rudal Iran
Topan Jangmi Lumpuhkan Jepang: 60.000 Rumah Mati Listrik, Ratusan Penerbangan Batal
Trump Murka ke Netanyahu: Sebut Gila hingga Ancam Penjara, Perang Lebanon Jadi Pemicu