Kekhawatiran kelangkaan BBM memicu antrean panjang di SPBU London, Manchester, dan Liverpool, dengan waktu tunggu lebih dari satu jam. Otoritas setempat mengimbau masyarakat untuk tidak panic buying, menyebutkan bahwa meski harga grosir naik, harga rata-rata di pom bensin masih di bawah harga awal tahun lalu. Mereka menegaskan tidak ada gunanya mengantre jika tidak diperlukan.
4. Bangladesh: Pembatasan Penjualan Diberlakukan
Antrean kendaraan memadati SPBU di Dhaka dan Chattogram. Bangladesh, yang sangat bergantung pada impor energi dari Timur Tengah, memiliki cadangan bensin dan solar sekitar dua minggu. Penjualan solar melonjak dari biasanya 12.000-13.000 ton per hari menjadi lebih dari 20.000 ton. Untuk meredam situasi, Bangladesh Petroleum Corporation (BPC) memberlakukan pembatasan penjualan bahan bakar harian.
5. Myanmar: Pembatasan Lalu Lintas Dikeluarkan Pemerintah
Kondisi pasokan energi Myanmar yang sudah rapuh semakin tertekan. Negara yang mengimpor 90% kebutuhan BBM ini memberlakukan pembatasan penggunaan kendaraan pribadi berdasarkan nomor pelat ganjil-genap untuk menghemat bahan bakar. Junta militer menyatakan cadangan bahan bakar tersisa untuk sekitar 40 hari. Antrean tetap terjadi di Yangon, dan beberapa SPBU terpaksa tutup karena pasokan terlambat.
Secara keseluruhan, ketegangan di Timur Tengah telah memicu respons cepat di pasar energi global, mendorong perilaku panic buying di berbagai belahan dunia meski pemerintah setempat berusaha menenangkan dan menjamin ketersediaan pasokan.
Artikel Terkait
Iran Ancam Serang Google & Microsoft: Dampak dan Implikasi Keamanan Siber Global
Iran Luncurkan Rudal ke Israel: Operasi True Promise IV, Dampak & Analisis Terkini 2024
Trump Bingung Akhiri Perang AS-Iran? Utusan Khusus Tak Tahu Akhir Konflik
Putra Menteri Israel Bezalel Smotrich Terluka Parah Diserang Hizbullah: Kronologi & Dampaknya