Mesir Naikkan Harga BBM 30%: Dampak Perang AS-Iran & Rincian Kenaikan 2026

- Selasa, 10 Maret 2026 | 10:50 WIB
Mesir Naikkan Harga BBM 30%: Dampak Perang AS-Iran & Rincian Kenaikan 2026





Mesir Naikkan Harga BBM 30%, Dampak Perang AS-Iran di Timur Tengah




Mesir Naikkan Harga BBM Hingga 30%, Imbas Konflik AS-Iran Ganggu Pasokan Minyak







Pemerintah Mesir secara resmi menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) hingga 30 persen efektif Selasa, 10 Maret 2026. Langkah ini diambil sebagai respons atas tekanan energi global yang disebut "luar biasa" akibat konflik bersenjata di Timur Tengah, yang mengacaukan pasokan minyak dan jalur pelayaran internasional.



Penyebab Kenaikan Harga BBM Mesir


Kementerian Perminyakan Mesir dalam pernyataannya menyebut, penyesuaian harga didorong oleh gangguan rantai pasokan, peningkatan level risiko, serta melonjaknya biaya pengiriman dan asuransi maritim. Situasi konflik telah mendorong harga produk minyak bumi ke level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir.



Harga minyak dunia sempat melonjak di atas US$ 119 per barel, sebelum akhirnya terkoreksi tajam ke sekitar US$ 84 menyusul pernyataan Presiden AS Donald Trump bahwa perang AS-Israel melawan Iran akan segera berakhir.



Rincian Kenaikan Harga BBM per Liter di Mesir


Berikut adalah detail kenaikan harga berbagai jenis bahan bakar di Mesir:



  • Solar: Naik 17,1% menjadi 20,50 Pound Mesir (Rp 6.547) per liter.

  • Bensin Oktan 80: Naik 16,9% menjadi 20,75 Pound Mesir (Rp 6.627) per liter.

  • Bensin Oktan 92: Naik 15,6% menjadi 22,25 Pound Mesir (Rp 7.106) per liter.

  • Bensin Oktan 95: Naik 14,3% menjadi 24 Pound Mesir (Rp 7.665) per liter.

  • Gas Alam Kendaraan (CNG): Naik 30% menjadi 13 Pound Mesir (Rp 4.151) per meter kubik.



Program Reformasi dan Pinjaman IMF


Ini merupakan kenaikan harga BBM keempat kalinya dalam dua tahun terakhir yang dilakukan Mesir di bawah program reformasi ekonomi. Program tersebut didukung pinjaman US$ 8 miliar dari Dana Moneter Internasional (IMF). Sebelumnya, pemerintah melakukan kenaikan sebesar 13 persen pada Oktober 2025 yang diperkirakan menjadi yang terakhir dalam program kerja sama dengan IMF.




Komentar