Sufmi Dasco Ahmad, yang dikenal sebagai "Kancil" dalam politik Indonesia, memainkan peran kunci sebagai aktor di balik layar yang menjaga stabilitas politik nasional. Sebagai Wakil Ketua DPR RI, ia tidak hanya menentukan arah legislasi tetapi juga menjadi simpul komunikasi antara berbagai kekuatan politik. Julukan "Kancil" yang disematkan oleh Prabowo Subianto mencerminkan kecerdikan, kelincahan membaca situasi, dan kemampuan taktisnya dalam mengelola tekanan tanpa menunjukkan kekuatan secara frontal. Peran ini sangat vital dalam politik Indonesia yang terfragmentasi, di mana ia bertindak sebagai pemersatu dengan mengelola perbedaan tanpa memicu konflik.
Gaya politik Dasco yang tenang dan minim retorika sering disalahpahami sebagai pasif, namun justru efektif dalam lobi, negosiasi, dan konsolidasi internal di DPR. Meskipun demikian, politik senyap ini harus diimbangi dengan keterbukaan agar rakyat dan mahasiswa tetap bisa mengkritik. Sebagai kader inti Partai Gerindra dan orang dekat Presiden Prabowo, aksesnya ke kekuasaan menjadi pedang bermata dua—memudahkan koordinasi tetapi berpotensi menimbulkan konflik kepentingan jika tidak dikelola dengan integritas.
Dasco dituntut untuk memulihkan kepercayaan publik terhadap DPR dengan membuka ruang dialog yang lebih luas, tidak hanya dengan elite politik tetapi juga dengan mahasiswa, akademisi, dan masyarakat sipil. Sebagai Pembina Aliansi Mahasiswa Nusantara (AMAN), saya menekankan bahwa kecerdikan "Kancil" harus digunakan untuk membuka ruang keadilan, bukan menutupinya. Dalam demokrasi, tidak ada kekuasaan tanpa pengawasan, dan mahasiswa akan terus mengawasi, mengapresiasi ketika benar, dan mengkritik ketika perlu, memastikan bahwa kekuasaan tidak melahirkan penyimpangan.
Artikel Terkait
KPK Jamin Status Mahasiswa Unsoed Aman dan Kuliah Tetap Normal di Tengah Kasus Dugaan Pemerasan
Kronologi Lengkap Pencopotan dan Penangkapan Lodewyk Pusung: Fakta Telepon Teddy Indra Wijaya hingga Sidang Praperadilan BGN
Wafa Ahdina Mundur dari Unhan demi Pertahankan Hijab: Kisah Lengkap di Balik Keputusan Besar
KPK Tetapkan 6 Tersangka OTT Unsoed: Rektor dan Wakil Rektor Terjaring Dugaan Pemerasan Seleksi Mandiri