MULTAQOMEDIA.COM - Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin mengumpulkan para purnawirawan TNI untuk membahas Letter of Intent (LoI) atau surat pernyataan terkait izin lintas udara yang diajukan oleh Amerika Serikat. Pertemuan strategis ini berlangsung di kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta Pusat, pada Jumat lalu dan dihadiri mayoritas mantan Panglima TNI serta kepala staf.
Kepala Biro Informasi Pertahanan (Karo Infohan) Setjen Kemenhan RI, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, menjelaskan bahwa dalam forum tersebut para purnawirawan memberikan analisis dan saran mendalam terkait LoI dari Amerika Serikat. Seluruh masukan tersebut didasarkan pada pertimbangan utama kepentingan pertahanan negara.
"Purnawirawan tentunya punya pertimbangan, punya analisa yang sangat baik, sehingga nanti mungkin akan juga dibahas dengan kementerian dan instansi terkait, dengan DPR, terkait dengan Letter of Intent tersebut," ujar Rico dalam konferensi pers di kantor Kementerian Pertahanan.
Meski demikian, Rico tidak merinci secara detail isi analisis yang disampaikan para purnawirawan kepada Sjafrie dan jajaran pejabat TNI. Ia memastikan bahwa seluruh saran, kritik, dan analisis yang diberikan akan menjadi salah satu pertimbangan penting pemerintah dalam menentukan langkah strategis ke depan.
"Ke depannya itu akan menjadi bagian dari evaluasi maupun perbaikan ataupun masukan-masukan input dalam pengembangan kebijakan pertahanan negara," jelas Rico.
Artikel Terkait
KPK Jamin Status Mahasiswa Unsoed Aman dan Kuliah Tetap Normal di Tengah Kasus Dugaan Pemerasan
Kronologi Lengkap Pencopotan dan Penangkapan Lodewyk Pusung: Fakta Telepon Teddy Indra Wijaya hingga Sidang Praperadilan BGN
Wafa Ahdina Mundur dari Unhan demi Pertahankan Hijab: Kisah Lengkap di Balik Keputusan Besar
KPK Tetapkan 6 Tersangka OTT Unsoed: Rektor dan Wakil Rektor Terjaring Dugaan Pemerasan Seleksi Mandiri