Tuntutan ini disampaikan di tengah eskalasi militer. Iran dilaporkan telah menyerang Bandara Internasional Kuwait dan target lain di Teluk Persia. Serangan ini merupakan respons dari serangan AS yang menargetkan infrastruktur energi Iran.
Di sisi lain, proposal perdamaian AS yang ditolak Iran mencakup poin-poin seperti pengurangan program nuklir Iran, pembukaan kembali Selat Hormuz dengan syarat, serta pembatasan rudal dan pencabutan sanksi.
Pembicaraan sebelumnya di Jenewa pada akhir Februari mengenai program nuklir dianggap progresif, namun gagal mencapai kesepakatan. Iran kini mendesak agar Wakil Presiden AS JD Vance yang memimpin negosiasi, sambil menuding utusan AS sebelumnya tidak dapat dipercaya.
Kesiapan Militer dan Mediasi
Sementara diplomasi berjalan, Pentagon dikabarkan bersiap mengerahkan ribuan tentara dari Divisi Lintas Udara ke-82 ke Timur Tengah. Beberapa negara seperti Mesir, Pakistan, dan Turki juga diharapkan dapat berperan sebagai mediator dalam proses negosiasi yang rumit ini.
Dengan syarat-syarat yang tegas dan kondisi di lapangan yang masih panas, jalan menuju perdamaian di Timur Tengah diprediksi akan panjang dan penuh tantangan.
Artikel Terkait
Iran Klaim Tembak Kapal Perang AS di Teluk Oman, Centcom Bantah Keras
Citra Satelit Ungkap Hancurnya Pangkalan Militer AS di Kuwait Akibat Serangan Rudal Iran
Topan Jangmi Lumpuhkan Jepang: 60.000 Rumah Mati Listrik, Ratusan Penerbangan Batal
Trump Murka ke Netanyahu: Sebut Gila hingga Ancam Penjara, Perang Lebanon Jadi Pemicu