Serangan gelombang ini dilaporkan menggunakan berbagai jenis rudal dan drone kamikaze, menargetkan sejumlah fasilitas militer AS di kawasan, termasuk:
- Distrik Arifjan dan al-Kharj di Arab Saudi.
- Sistem radar Patriot di Bahrain.
- Depot bahan bakar pendukung militer AS.
- Hanggar pesawat pengintai P8 dan drone MQ-9 Reaper.
- Antena komunikasi satelit di Pangkalan Udara Ali al-Salem.
Skala Operasi dan Keterlibatan Poros Perlawanan
IRGC mengklaim bahwa para pejuang dari Poros Perlawanan telah melakukan total 230 operasi dalam 24 jam terakhir. Rinciannya meliputi 87 operasi oleh Hizbullah Lebanon, 23 serangan oleh kelompok Perlawanan Islam Irak, dan 110 serangan balasan berupa rudal dan drone yang dilakukan langsung oleh Angkatan Bersenjata Iran.
Mengenal Pesawat Tempur F-18 Hornet dan Harganya
F/A-18 Super Hornet adalah salah satu pesawat jet tempur multiperan tercanggih buatan AS. Harga per unit jet tempur ini sangat tinggi, berkisar antara $67 juta hingga $73 juta USD (sekitar Rp1 triliun lebih), tergantung variannya. Varian khusus untuk peperangan elektronik, E/A-18G Growler, bahkan bisa mencapai harga sekitar $80 juta USD.
Artikel Terkait
Iran Klaim Tembak Kapal Perang AS di Teluk Oman, Centcom Bantah Keras
Citra Satelit Ungkap Hancurnya Pangkalan Militer AS di Kuwait Akibat Serangan Rudal Iran
Topan Jangmi Lumpuhkan Jepang: 60.000 Rumah Mati Listrik, Ratusan Penerbangan Batal
Trump Murka ke Netanyahu: Sebut Gila hingga Ancam Penjara, Perang Lebanon Jadi Pemicu