Dalam wawancara telepon dengan Fox News, Trump mengklaim bahwa Iran meminta tambahan waktu 7 hari melalui perantara. "Mereka meminta 7 (hari). Dan saya mengatakan, 'Saya akan memberi Anda 10 hari'," ujar Trump.
Trump juga mengaitkan kelonggaran waktu ini dengan klaimnya bahwa Iran memberikan "hadiah" berupa mengizinkan kapal tanker minyak AS melintas dengan aman di Selat Hormuz. Hal ini disebutkannya dalam rapat kabinet di Gedung Putih sebelumnya.
Bantahan Iran Terhadap Klaim Pembicaraan Damai
Di sisi lain, pemerintah Iran secara konsisten membantah adanya pembicaraan atau negosiasi langsung dengan Amerika Serikat untuk mengakhiri konflik. Pernyataan ini bertolak belakang dengan klaim Trump bahwa perundingan berjalan "cukup baik".
Langkah penundaan serangan ini terus mempertahankan ketegangan tinggi di kawasan, sambil meninggalkan tanda tanya besar mengenai jalan damai yang diklaim oleh administrasi Trump.
Artikel Terkait
Serangan Houthi ke Israel: Dampak, Analisis, dan Eskalasi Konflik Timur Tengah
Kapal Tanker Pertamina Tertahan di Selat Hormuz: Penyebab, Dampak, dan Solusi Diplomasi
Iran Ancam Serang Kampus AS di Timur Tengah, Ultimatum Hingga 30 Maret 2026
Trump vs NATO & Iran: Pulau Kharg Jadi Medan Jebakan, Analisis Eskalasi 2024