"Saya menerima ancaman pembunuhan, dikenai sanksi finansial, dan sekarang saya disensor. Hak saya untuk berbicara dibatasi," tegasnya.
Diduga Ada Pengaruh Lobi Kuat dan Disinformasi
Safa menyatakan tekanan yang dialaminya bukan berasal dari sistem resmi PBB, melainkan dari oknum pejabat tinggi yang diduga melayani kepentingan "lobi kuat". Ia juga menyinggung dugaan kampanye disinformasi global yang membesar-besarkan narasi ancaman untuk membentuk opini publik.
Mundur Sebagai Bentuk Protes dan Tuntutan Reformasi
Keputusan mundur sementara dari semua perannya di PBB ini merupakan bentuk protes Safa terhadap kondisi internal yang dinilai tidak sehat dan tidak transparan. Ia menegaskan tidak akan kembali sebelum ada perubahan nyata dan reformasi yang menegakkan kembali kebebasan berpendapat serta prinsip keadilan di tubuh PBB.
Artikel Terkait
Lebih dari 300 Tentara AS Alami Cedera Otak (TBI) Akibat Serangan Iran: Data & Dampaknya
Mohamad Safa Mundur dari PBB & Peringatkan Ancaman Perang Nuklir 2026: Analisis Lengkap
Ketegangan Indonesia-Iran: Dampak Lelang Kapal MT Arman 114 pada Selat Hormuz
Trump Konfirmasi Laporan CIA: Mojtaba Khamenei Diduga Gay, Ini Analisis Lengkapnya