"Saya menerima ancaman pembunuhan, dikenai sanksi finansial, dan sekarang saya disensor. Hak saya untuk berbicara dibatasi," tegasnya.
Diduga Ada Pengaruh Lobi Kuat dan Disinformasi
Safa menyatakan tekanan yang dialaminya bukan berasal dari sistem resmi PBB, melainkan dari oknum pejabat tinggi yang diduga melayani kepentingan "lobi kuat". Ia juga menyinggung dugaan kampanye disinformasi global yang membesar-besarkan narasi ancaman untuk membentuk opini publik.
Mundur Sebagai Bentuk Protes dan Tuntutan Reformasi
Keputusan mundur sementara dari semua perannya di PBB ini merupakan bentuk protes Safa terhadap kondisi internal yang dinilai tidak sehat dan tidak transparan. Ia menegaskan tidak akan kembali sebelum ada perubahan nyata dan reformasi yang menegakkan kembali kebebasan berpendapat serta prinsip keadilan di tubuh PBB.
Artikel Terkait
Gencatan Senjata Runtuh, Presiden Iran Deklarasikan Perang Total Lawan AS – Harga Minyak Meroket
AS Minta Warga di Seluruh Dunia Tingkatkan Kewaspadaan Akibat Ketegangan dengan Iran
Rudal Iran Hantam Pangkalan AS di Yordania, 50.000 Tentara Amerika Tak Berdaya
Trump Dihujat Penonton Saat Serahkan Trofi Piala Dunia 2026, Momen Kontroversial di Final Spanyol vs Argentina