"Saya menerima ancaman pembunuhan, dikenai sanksi finansial, dan sekarang saya disensor. Hak saya untuk berbicara dibatasi," tegasnya.
Diduga Ada Pengaruh Lobi Kuat dan Disinformasi
Safa menyatakan tekanan yang dialaminya bukan berasal dari sistem resmi PBB, melainkan dari oknum pejabat tinggi yang diduga melayani kepentingan "lobi kuat". Ia juga menyinggung dugaan kampanye disinformasi global yang membesar-besarkan narasi ancaman untuk membentuk opini publik.
Mundur Sebagai Bentuk Protes dan Tuntutan Reformasi
Keputusan mundur sementara dari semua perannya di PBB ini merupakan bentuk protes Safa terhadap kondisi internal yang dinilai tidak sehat dan tidak transparan. Ia menegaskan tidak akan kembali sebelum ada perubahan nyata dan reformasi yang menegakkan kembali kebebasan berpendapat serta prinsip keadilan di tubuh PBB.
Artikel Terkait
Perang Turki vs Israel: Analisis Kekuatan Militer Terbaru & Dampak Strategis Pakta Makkah
Embargo Dagang UEA ke Iran: Konflik Timur Tengah Memanas, Dampaknya bagi Ekonomi Global
Menteri Israel Ben Gvir Serukan Gaza Dikosongkan Permanen dan Minta Militer Bunuh 30-40 Warga Setiap Malam
Warga Gaza Rayakan HUT ke-81 RI dengan Lukisan Merah Putih di Tengah Reruntuhan