Insiden Pesawat AS Jatuh di Iran: Klaim Berlawanan dan Operasi Penyelamatan yang Diperdebatkan
Langit di atas gurun selatan Isfahan masih menyisakan jejak asap tipis. Di tanah yang retak oleh panas, serpihan logam berserakan—hangus, terpelintir, dan masih mengeluarkan bau bahan bakar. Beberapa jam sebelumnya, lokasi ini menjadi pusat operasi militer berisiko tinggi yang kini memicu perdebatan dunia.
Insiden ini berawal dari jatuhnya sebuah pesawat tempur Amerika Serikat di wilayah Iran. Presiden AS kala itu, Donald Trump, mengumumkan operasi pencarian dan penyelamatan yang melibatkan puluhan pesawat berhasil menemukan pilot yang hilang dalam kondisi selamat, meski terluka.
Klaim Iran: Operasi Penyelamatan AS Adalah Misi Penipuan yang Gagal
Narasi dari Teheran berkebalikan 180 derajat. Militer Iran, melalui juru bicara Komando Khatam Al-Anbiya, Ebrahim Zolfaghari, menyatakan operasi penyelamatan AS itu "benar-benar gagal".
Iran mendeskripsikan kejadian di sebuah bandara terbengkalai di selatan Isfahan itu sebagai "misi penipuan dan pelarian". Mereka mengklaim telah menghancurkan dua pesawat angkut C-130 dan dua helikopter Black Hawk milik AS dalam operasi tersebut. Media pemerintah Iran menyiarkan gambar puing-puing yang terbakar sebagai bukti, namun tidak secara jelas mengonfirmasi nasib atau penangkapan pilot AS yang dimaksud.
Artikel Terkait
Serangan Israel di Beirut Tewaskan 112 Jiwa: Gencatan Senjata Dipertanyakan
Rusia Bongkar Proyek Senjata Nuklir Rahasia Uni Eropa: Jerman Bisa Produksi dalam Minggu
Iran Buka Rute Alternatif Selat Hormuz: Ancaman Ranjau Laut & Dampak Global
Gencatan Senjata AS-Iran Runtuh? Serangan Lebanon & Blokade Selat Hormuz Picu Perang Baru