Rusia menilai bahwa keberlanjutan operasi militer AS hanya akan memperpanjang ketidakpastian dan meningkatkan risiko gangguan terhadap distribusi energi global, yang dampaknya akan dirasakan oleh seluruh ekonomi dunia.
Dukungan dari China dan Dinamika Geopolitik
Lavrov juga mengungkapkan bahwa China memiliki pandangan yang sejalan dengan Moskow. Kedua kekuatan global ini mendorong penghentian segera operasi militer untuk mencegah eskalasi dan mengembalikan stabilitas kawasan. Sikap ini menandai upaya Rusia dan China untuk berperan sebagai penyeimbang terhadap pengaruh dan kebijakan Amerika Serikat di Timur Tengah.
Dampak Konflik terhadap Stabilitas Global
Situasi di Selat Hormuz kini menjadi barometer stabilitas geopolitik global. Setiap peningkatan ketegangan di kawasan ini langsung berimbas pada pasar energi, menyebabkan volatilitas harga minyak dan menambah ketidakpastian ekonomi internasional. Tekanan diplomatik dari Rusia dan China meningkatkan sorotan pada langkah kebijakan AS selanjutnya, yang akan menjadi penentu arah konflik dan perdamaian di kawasan.
Dengan demikian, seruan Rusia ini bukan hanya tentang konflik regional, tetapi juga tentang menjaga keamanan pasokan energi dunia dan mencegah krisis ekonomi yang lebih luas.
Artikel Terkait
Gencatan Senjata Runtuh, Presiden Iran Deklarasikan Perang Total Lawan AS – Harga Minyak Meroket
AS Minta Warga di Seluruh Dunia Tingkatkan Kewaspadaan Akibat Ketegangan dengan Iran
Rudal Iran Hantam Pangkalan AS di Yordania, 50.000 Tentara Amerika Tak Berdaya
Trump Dihujat Penonton Saat Serahkan Trofi Piala Dunia 2026, Momen Kontroversial di Final Spanyol vs Argentina