Meski mengakui ketangguhan Iran, Trump tetap mengklaim bahwa militer AS telah berhasil melemahkan pasukan Iran sejak operasi Epic Fury dimulai. Namun, klaim ini diragukan banyak pengamat mengingat perlawanan Iran justru semakin sengit dan mematikan bagi pasukan AS dan Israel dalam beberapa waktu terakhir.
Klaim Kontroversial dan Serangan Balik Iran
Trump lebih lanjut menyatakan bahwa Iran tidak lagi memiliki kemampuan militer yang signifikan. Dia juga menyebut jatuhnya pesawat tempur F-15E AS sebagai sebuah "keberuntungan" belaka.
"Mereka masih punya sisa beberapa rudal, beberapa drone. Mereka beruntung bisa menyerang pesawat, tapi kami berhasil membalasnya," kata Trump menanggapi pertanyaan wartawan tentang alasan AS melanjutkan kampanye militer jika Iran memang sudah dimusnahkan.
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) dilaporkan berhasil menembak jatuh dua pesawat tempur AS, yaitu F-15E dan A-10. Meski AS mengklaim telah menyelamatkan pilot dan kopilot F-15E, Iran menyatakan misi penyelamatan tersebut gagal. Iran juga disebut menembak jatuh pesawat Hercules C-130 dan dua helikopter Black Hawk dalam pertempuran tersebut.
Artikel Terkait
Perang Turki vs Israel: Analisis Kekuatan Militer Terbaru & Dampak Strategis Pakta Makkah
Embargo Dagang UEA ke Iran: Konflik Timur Tengah Memanas, Dampaknya bagi Ekonomi Global
Menteri Israel Ben Gvir Serukan Gaza Dikosongkan Permanen dan Minta Militer Bunuh 30-40 Warga Setiap Malam
Warga Gaza Rayakan HUT ke-81 RI dengan Lukisan Merah Putih di Tengah Reruntuhan