Iran vs Ultimatum Trump: Ketika Sebuah Peradaban Dihadapkan pada Ancaman "Mati Semalam"
Oleh: Rosadi Jamani
Tanggal 8 April 2026 menjadi momen menegangkan bagi dunia internasional. Donald Trump mengeluarkan ultimatum dramatis: Selat Hormuz harus dibuka sebelum pukul 20.00 waktu AS. Ancaman yang disampaikan adalah "Power Plant Day and Bridge Day", sebuah kode untuk penghancuran infrastruktur kritis, dengan pernyataan mengerikan: "a whole civilization will die tonight."
Ultimatum dan Dampak Global Penutupan Selat Hormuz
Selat Hormuz bukan jalur air biasa. Sekitar 20% pasokan minyak dunia melewati selat ini. Penutupannya, bahkan untuk sementara, langsung mengguncang pasar energi global, menyebabkan kepanikan dan ketidakpastian ekonomi yang masif.
Penolakan Tegas Iran dan Proposal 10 Poin
Batas waktu ultimatum lewat. Namun, Iran tidak bergeming. Alih-alih menuruti tuntutan, Tehran menolak gencatan senjata sementara dan justru mengajukan proposal 10 poin yang menuntut penghentian perang secara permanen. Langkah ini menunjukkan keengganan Iran terjebak dalam siklus gencatan senjata taktis yang tidak menyelesaikan akar konflik.
Artikel Terkait
Serangan Israel di Beirut Tewaskan 112 Jiwa: Gencatan Senjata Dipertanyakan
Rusia Bongkar Proyek Senjata Nuklir Rahasia Uni Eropa: Jerman Bisa Produksi dalam Minggu
Iran Buka Rute Alternatif Selat Hormuz: Ancaman Ranjau Laut & Dampak Global
Gencatan Senjata AS-Iran Runtuh? Serangan Lebanon & Blokade Selat Hormuz Picu Perang Baru