Kekhawatiran terbesar Iran bukanlah perang berlarut, tetapi jika perang berhenti dan kemudian dimulai kembali dalam 6 bulan, memberi waktu bagi AS untuk menyusun strategi baru.
Logistik dan Dampak pada Ekonomi Global
Seorang pejabat internasional di Tehran mengonfirmasi kesiapan Iran hingga September 2026. Tidak ada kekurangan apa pun. Iran siap untuk perang panjang dan memiliki cukup logistik untuk kebutuhan penduduk hingga 6 bulan,
ujarnya.
Kemampuan daya tahan Iran ini dinilai melebihi persediaan rudal pertahanan Israel dan negara-negara Teluk. Yang lebih mengkhawatirkan, perang panjang berpotensi menyebabkan kerusakan serius pada ekonomi global, terutama melalui gangguan rantai pasok dan blokade di Selat Hormuz yang mempengaruhi pasokan minyak dunia.
Pembukaan Selat Hormuz menjadi salah satu tuntutan utama AS dalam perundingan damai. Kesiapan militer Iran menunjukkan negara ini tidak akan mudah menyerah jika diplomasi gagal.
Artikel Terkait
Iran Ancam AS dengan Pusaran Maut di Selat Hormuz: Blokade Trump & Dampak Harga Minyak
Blokade AS ke Pelabuhan Iran 13 April 2026: Dampak & Respons Iran
Negosiasi AS-Iran Gagal, Harga Minyak Melonjak & Iran Ancam Blokade Selat Hormuz
Israel Siap Gempur Iran Lagi: Persiapan Militer Dimulai Usai Negosiasi AS Gagal