Kantor berita Fars memberikan laporan yang lebih rinci. Menurut mereka, angkatan bersenjata Iran mendeteksi pergerakan sebuah kapal perusak (destroyer) AS yang berangkat dari Fujairah, Uni Emirat Arab, menuju Selat Hormuz. Informasi ini kemudian diteruskan kepada delegasi Iran di Islamabad.
Peringatan dan Ancaman Serangan 30 Menit
Delegasi Iran dikabarkan mengirimkan peringatan keras kepada pihak AS melalui perantara Pakistan. Peringatan tersebut menyatakan bahwa kapal destroyer AS akan menjadi sasaran serangan dalam waktu 30 menit jika terus melanjutkan pelayarannya menuju Selat Hormuz.
Ancaman ini juga disebutkan akan berdampak langsung pada proses negosiasi AS-Iran yang sedang berlangsung. Menurut laporan, ancaman tersebut berhasil membuat kapal perang AS membatalkan rencana pelayarannya.
Apa Dampaknya bagi Selat Hormuz?
Selat Hormuz merupakan jalur pelayaran vital bagi lebih dari seperlima pasokan minyak dunia. Setiap ketegangan atau klaim mengenai penghadangan dan pemasangan ranjau di wilayah ini langsung menarik perhatian global karena berpotensi mengganggu stabilitas energi dan ekonomi dunia.
Insiden saling klaim dan bantahan antara AS dan Iran ini memperlihatkan masih tingginya potensi konflik di kawasan, sekaligus menunjukkan sensitivitas operasi militer apa pun di perairan yang diklaim Iran sebagai wilayah kedaulatannya.
Artikel Terkait
Gencatan Senjata Runtuh, Presiden Iran Deklarasikan Perang Total Lawan AS – Harga Minyak Meroket
AS Minta Warga di Seluruh Dunia Tingkatkan Kewaspadaan Akibat Ketegangan dengan Iran
Rudal Iran Hantam Pangkalan AS di Yordania, 50.000 Tentara Amerika Tak Berdaya
Trump Dihujat Penonton Saat Serahkan Trofi Piala Dunia 2026, Momen Kontroversial di Final Spanyol vs Argentina