Paus Leo XIV vs Donald Trump: Saya Tidak Takut pada Gedung Putih - Analisis Lengkap

- Selasa, 14 April 2026 | 16:50 WIB
Paus Leo XIV vs Donald Trump: Saya Tidak Takut pada Gedung Putih - Analisis Lengkap

Kecaman Trump dan Penolakan untuk Minta Maaf

Menanggapi seruan perdamaian tersebut, Donald Trump membalas melalui unggahan di media sosial pada Minggu (12/4/2026) malam. Trump menyebut Paus "LEMAH terhadap Kejahatan, dan buruk untuk Kebijakan Luar Negeri," serta menegaskan penolakannya terhadap kemungkinan Iran memiliki senjata nuklir.

Pada Senin, Trump menegaskan bahwa ia tidak akan meminta maaf kepada Paus Leo, dengan alasan bahwa Paus dinilai telah mengatakan hal-hal yang keliru terkait kebijakan AS terhadap Iran. "Akan ada ratusan juta orang yang tewas, dan itu tidak akan terjadi," kata Trump mengenai skenario jika Iran memiliki senjata nuklir.

Profil dan Agenda Perdamaian Global Paus Leo XIV

Paus Leo XIV, yang lahir di Chicago dan merupakan Paus pertama berkewarganegaraan Amerika, diangkat pada Mei 2025. Sejak awal kepemimpinannya, ia konsisten menyuarakan seruan perdamaian dalam berbagai konflik global, termasuk perang di Sudan, Rusia-Ukraina, serta ketegangan antara Israel dan Hizbullah.

Paus menegaskan bahwa seruannya untuk menghentikan perang bukanlah pesan politik, melainkan bentuk keyakinan dan panggilan moral. "Saya akan terus berbicara lantang menentang perang, berupaya mempromosikan perdamaian, mempromosikan dialog," tegasnya. "Terlalu banyak orang tak bersalah yang terbunuh. Dan saya pikir seseorang harus berdiri dan berkata, 'Ada cara yang lebih baik untuk melakukan ini.'"


Halaman:

Komentar