Kecaman Trump dan Penolakan untuk Minta Maaf
Menanggapi seruan perdamaian tersebut, Donald Trump membalas melalui unggahan di media sosial pada Minggu (12/4/2026) malam. Trump menyebut Paus "LEMAH terhadap Kejahatan, dan buruk untuk Kebijakan Luar Negeri," serta menegaskan penolakannya terhadap kemungkinan Iran memiliki senjata nuklir.
Pada Senin, Trump menegaskan bahwa ia tidak akan meminta maaf kepada Paus Leo, dengan alasan bahwa Paus dinilai telah mengatakan hal-hal yang keliru terkait kebijakan AS terhadap Iran. "Akan ada ratusan juta orang yang tewas, dan itu tidak akan terjadi," kata Trump mengenai skenario jika Iran memiliki senjata nuklir.
Profil dan Agenda Perdamaian Global Paus Leo XIV
Paus Leo XIV, yang lahir di Chicago dan merupakan Paus pertama berkewarganegaraan Amerika, diangkat pada Mei 2025. Sejak awal kepemimpinannya, ia konsisten menyuarakan seruan perdamaian dalam berbagai konflik global, termasuk perang di Sudan, Rusia-Ukraina, serta ketegangan antara Israel dan Hizbullah.
Paus menegaskan bahwa seruannya untuk menghentikan perang bukanlah pesan politik, melainkan bentuk keyakinan dan panggilan moral. "Saya akan terus berbicara lantang menentang perang, berupaya mempromosikan perdamaian, mempromosikan dialog," tegasnya. "Terlalu banyak orang tak bersalah yang terbunuh. Dan saya pikir seseorang harus berdiri dan berkata, 'Ada cara yang lebih baik untuk melakukan ini.'"
Artikel Terkait
Iran Klaim Tembak Kapal Perang AS di Teluk Oman, Centcom Bantah Keras
Citra Satelit Ungkap Hancurnya Pangkalan Militer AS di Kuwait Akibat Serangan Rudal Iran
Topan Jangmi Lumpuhkan Jepang: 60.000 Rumah Mati Listrik, Ratusan Penerbangan Batal
Trump Murka ke Netanyahu: Sebut Gila hingga Ancam Penjara, Perang Lebanon Jadi Pemicu