Operasi ini juga menjangkau jaringan media yang diduga menjadi alat propaganda. Otoritas Iran menangkap sejumlah individu yang bekerja untuk markas media rezim Zionis yang dicurigai memprovokasi warga. Penangkapan dilakukan di beberapa provinsi seperti Hormozgan, Hamedan, dan Kerman.
Tak hanya itu, sebuah sel teror beranggotakan tiga orang juga digulung di Provinsi Gilan. Sel ini memiliki sejarah dalam operasi pengeboman dan sedang mempersiapkan senjata api serta bom rakitan. Di Provinsi Kerman, sel teror lain beranggotakan empat orang ditangkap beserta tiga bom rakitan, bahan peledak, dan senjata api.
Gagalkan Penyusupan Senjata dari Perbatasan
Bagian lain dari operasi ini berfokus pada penyelundupan senjata. Pihak berwenang berhasil mencegat dua sel penyelundup senjata yang berusaha membawa senjata dari Kurdistan Irak. Total 42 senjata beserta magazen berhasil disita.
Satu sel berniat mendistribusikan 30 pistol di Provinsi Khuzestan, sementara sel lainnya merencanakan distribusi 12 senjata di Provinsi Kermanshah. Seluruh upaya ini berhasil digagalkan oleh pasukan keamanan Iran.
Pengumuman dari Kementerian Intelijen Iran ini menegaskan klaim negara tersebut tentang adanya ancaman keamanan berskala besar yang dihadapi dan kemampuan mereka dalam menetralisir jaringan intelijen asing yang beroperasi di wilayahnya.
Artikel Terkait
Dubes Rusia Kritik AS & Israel Perburuk Konflik Timur Tengah: Pelanggaran Hukum Internasional?
Trump Buka Permanen Selat Hormuz: Klaim Kesepakatan dengan China dan Dampak Global
Ledakan Kilang Minyak Geelong Ancam Pasokan Bensin Australia: Dampak & Analisis
Blokade AS di Selat Hormuz: Lalu Lintas Kapal Tetap Normal, Ini Data dan Analisisnya