Latar Belakang dan Pengumuman Gencatan Senjata
Gencatan senjata antara Lebanon dan Israel diumumkan oleh Presiden AS Donald Trump pada Kamis (16/4). Gencatan ini dimaksudkan untuk menjeda konflik yang telah menewaskan lebih dari 2.000 orang. Berdasarkan pengumuman, gencatan senjata mulai berlaku pada Kamis pukul 17.00 Waktu AS Bagian Timur atau Jumat pukul 06.00 WIB.
Trump menyatakan telah melakukan percakapan dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden Lebanon Joseph Aoun. Ia juga mengerahkan Wakil Presiden JD Vance, Menteri Luar Negeri Marco Rubio, dan Kepala Staf Gabungan Jenderal Dan Caine untuk bekerja sama dengan kedua negara guna mencapai perdamaian yang berkelanjutan.
Pernyataan dan Sikap Pihak Terkait
Meski menyepakati gencatan senjata, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dilaporkan memerintahkan pasukannya untuk tetap berada di posisi mereka di Lebanon Selatan. Keputusan untuk menerima gencatan senjata ini diambil Netanyahu tanpa persetujuan penuh dari kabinet keamanan Israel, yang sehari sebelumnya menyatakan penolakan terhadap gencatan senjata dengan Lebanon.
Konflik antara Israel dan Lebanon ini merupakan bagian dari eskalasi perang yang melibatkan AS dan Israel melawan Iran, yang meluas ke Lebanon sejak 2 Maret. Pemicunya adalah serangan rudal Hizbullah ke Israel sebagai bentuk dukungan kepada Iran, yang kemudian dibalas dengan serangan militer Israel ke Lebanon.
Artikel Terkait
Gencatan Senjata Runtuh, Presiden Iran Deklarasikan Perang Total Lawan AS – Harga Minyak Meroket
AS Minta Warga di Seluruh Dunia Tingkatkan Kewaspadaan Akibat Ketegangan dengan Iran
Rudal Iran Hantam Pangkalan AS di Yordania, 50.000 Tentara Amerika Tak Berdaya
Trump Dihujat Penonton Saat Serahkan Trofi Piala Dunia 2026, Momen Kontroversial di Final Spanyol vs Argentina