Berdasarkan laporan, terdapat dua opsi mekanisme pembayaran yang akan diterapkan. Kapal asing dapat membayar tarif tol melalui kantor perwakilan yang ditunjuk di Iran atau melalui sistem perbankan yang beroperasi di negara tersebut.
Meski demikian, implementasi rencana ini diperkirakan akan menghadapi tantangan besar. Belum jelas bagaimana Iran akan menerapkan aturan ini di tengah potensi penentangan dari banyak negara pengguna jalur pelayaran vital tersebut, terutama Amerika Serikat.
Blokade dan Penolakan Tegas dari Amerika Serikat
Respons dari komunitas internasional, khususnya AS, sudah dapat diprediksi. Angkatan Laut Amerika Serikat diketahui masih mempertahankan blokade terhadap lalu lintas maritim yang menuju atau keluar dari pelabuhan-pelabuhan Iran di sekitar Selat Hormuz.
AS secara tegas menyatakan bahwa kapal-kapal non-Iran berhak melintas bebas di Selat Hormuz sesuai hukum internasional dan tidak boleh dikenakan biaya apa pun oleh pemerintah Iran. Posisi ini berpotensi memicu ketegangan baru di kawasan yang sudah rawan tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, otoritas Iran memang belum secara resmi memberlakukan kebijakan tarif tol tersebut. Namun, pembahasan rencana yang telah sampai ke tingkat parlemen menunjukkan keseriusan Iran untuk merealisasikan target pendapatan miliaran dolar dari jalur air tersibuk di dunia ini.
Artikel Terkait
Israel Serang 11 Kota Lebanon Sebelum Gencatan Senjata, Hizbullah Balas: Analisis Lengkap 2026
Dubes Rusia Kritik AS & Israel Perburuk Konflik Timur Tengah: Pelanggaran Hukum Internasional?
Iran Bongkar Jaringan Mossad: 35 Agen Ditangkap di 6 Provinsi - Fakta Lengkap
Trump Buka Permanen Selat Hormuz: Klaim Kesepakatan dengan China dan Dampak Global