Blokade AS di Selat Hormusz Paksa 21 Kapal Putar Balik, Dampak Global Mengintai
Ketegangan di Selat Hormuz belum mereda. Meskipun pemerintah Iran menyatakan selat strategis tersebut telah dibuka kembali untuk pelayaran komersial, Amerika Serikat ternyata masih memberlakukan blokade laut ketat di pelabuhan-pelabuhan Iran. Situasi ini menciptakan ketidakpastian yang berdampak signifikan pada arus perdagangan dan pasokan energi global.
Fakta di Lapangan: 21 Kapal Diputar Balik Pasukan AS
United States Central Command (CENTCOM) secara resmi mengungkapkan fakta tegas di lapangan. Sejak blokade diumumkan pada 13 April 2026, pasukan AS telah memukul mundur puluhan kapal. Dalam pernyataan resminya, CENTCOM menyebut, "Sebanyak 21 kapal telah mematuhi arahan untuk berbalik dan kembali ke Iran."
Kekuatan Militer AS yang Dikerahkan
Operasi penegakan blokade ini melibatkan kekuatan militer canggih. Kapal perusak rudal berpemandu USS Michael Murphy diketahui berpatroli di perairan Laut Arab. Tugas kapal perang ini adalah mengawasi dan secara aktif menegakkan blokade terhadap semua lalu lintas laut yang menuju atau berasal dari Iran.
Artikel Terkait
Selat Hormuz Dibuka: Syarat Iran, Respons AS, dan Dampaknya bagi Perdagangan Global
AS Perluas Operasi: Buru Kapal Tanker Iran di Seluruh Perairan Internasional, Termasuk Pasifik
Iran Targetkan Rp250 Triliun dari Tarif Tol Selat Hormuz: Rencana, Tantangan, Respons AS
Israel Serang 11 Kota Lebanon Sebelum Gencatan Senjata, Hizbullah Balas: Analisis Lengkap 2026