Eskalasi ini telah diperingatkan sebelumnya oleh pejabat tinggi Iran. Ebrahim Azizi, Ketua Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Iran, menegaskan bahwa perkembangan ini adalah konsekuensi dari ketidakacuhan AS.
Melalui akun media sosial X, Azizi menyampaikan pesan keras: "Kami telah memperingatkan Anda, Anda tidak memperhatikan! Sekarang nikmati kembalinya situasi Selat Hormuz ke keadaan sebelumnya." Pernyataan ini menegaskan klaim Iran atas kendali penuh atas aturan operasional di jalur air strategis tersebut.
Pernyataan Resmi Militer Iran
Markas Besar Pusat Khatam al-Anbia Iran, dalam pernyataan resminya, menekankan bahwa Selat Hormuz kini berada di bawah pengawasan dan kendali ketat Angkatan Bersenjata Iran. Mereka menegaskan bahwa selat akan dipertahankan dalam "keadaan operasional sebelumnya," mengisyaratkan penutupan dan pembatasan yang berkelanjutan hingga tuntutan mereka dipenuhi.
Penutupan Selat Hormuz ini berpotensi mengganggu pasokan minyak global dan meningkatkan ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah. Dunia internasional terus memantau perkembangan kebijakan AS dan respon Iran berikutnya.
Artikel Terkait
Perang Turki vs Israel: Analisis Kekuatan Militer Terbaru & Dampak Strategis Pakta Makkah
Embargo Dagang UEA ke Iran: Konflik Timur Tengah Memanas, Dampaknya bagi Ekonomi Global
Menteri Israel Ben Gvir Serukan Gaza Dikosongkan Permanen dan Minta Militer Bunuh 30-40 Warga Setiap Malam
Warga Gaza Rayakan HUT ke-81 RI dengan Lukisan Merah Putih di Tengah Reruntuhan