Komandan militer Filipina, Romeo Brawner, menyatakan bahwa latihan ini difokuskan pada pertahanan udara terintegrasi, operasi keamanan maritim, dan kesiapan tempur gabungan untuk membangun respons yang solid sebagai satu kesatuan.
Pernyataan Komitmen dan Respons China
Di tengah ketegangan global, Letnan Jenderal AS Christian Wortman menegaskan komitmen tak tergoyahkan Amerika Serikat di kawasan Indo-Pasifik dan kepada Filipina. Namun, latihan ini langsung mendapat kecaman keras dari China.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri China menyatakan bahwa AS, Jepang, dan Filipina sedang "bermain api". China menegaskan bahwa kawasan Asia-Pasifik lebih membutuhkan perdamaian dan ketenangan, bukan intervensi kekuatan eksternal yang dapat memicu konfrontasi.
Latihan Balikatan 2026 menandai peningkatan signifikan dalam kerja sama pertahanan trilateral, sekaligus menjadi penanda ketegangan geopolitik di kawasan yang sensitif ini.
Artikel Terkait
Gencatan Senjata Runtuh, Presiden Iran Deklarasikan Perang Total Lawan AS – Harga Minyak Meroket
AS Minta Warga di Seluruh Dunia Tingkatkan Kewaspadaan Akibat Ketegangan dengan Iran
Rudal Iran Hantam Pangkalan AS di Yordania, 50.000 Tentara Amerika Tak Berdaya
Trump Dihujat Penonton Saat Serahkan Trofi Piala Dunia 2026, Momen Kontroversial di Final Spanyol vs Argentina