Komandan militer Filipina, Romeo Brawner, menyatakan bahwa latihan ini difokuskan pada pertahanan udara terintegrasi, operasi keamanan maritim, dan kesiapan tempur gabungan untuk membangun respons yang solid sebagai satu kesatuan.
Pernyataan Komitmen dan Respons China
Di tengah ketegangan global, Letnan Jenderal AS Christian Wortman menegaskan komitmen tak tergoyahkan Amerika Serikat di kawasan Indo-Pasifik dan kepada Filipina. Namun, latihan ini langsung mendapat kecaman keras dari China.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri China menyatakan bahwa AS, Jepang, dan Filipina sedang "bermain api". China menegaskan bahwa kawasan Asia-Pasifik lebih membutuhkan perdamaian dan ketenangan, bukan intervensi kekuatan eksternal yang dapat memicu konfrontasi.
Latihan Balikatan 2026 menandai peningkatan signifikan dalam kerja sama pertahanan trilateral, sekaligus menjadi penanda ketegangan geopolitik di kawasan yang sensitif ini.
Artikel Terkait
Perang Turki vs Israel: Analisis Kekuatan Militer Terbaru & Dampak Strategis Pakta Makkah
Embargo Dagang UEA ke Iran: Konflik Timur Tengah Memanas, Dampaknya bagi Ekonomi Global
Menteri Israel Ben Gvir Serukan Gaza Dikosongkan Permanen dan Minta Militer Bunuh 30-40 Warga Setiap Malam
Warga Gaza Rayakan HUT ke-81 RI dengan Lukisan Merah Putih di Tengah Reruntuhan