Trump juga menekankan bahwa AS menginginkan kesepakatan damai yang abadi dengan Iran. Salah satu syarat utama yang diajukan adalah memastikan Iran tidak memiliki akses terhadap senjata nuklir. Program nuklir Iran menjadi titik krusial yang membuat negosiasi damai antara kedua negara berjalan alot.
Putaran pertama perundingan damai yang berlangsung di Pakistan pada 11-12 April lalu mengalami kebuntuan. Penyebab utamanya adalah ketidaksepakatan terkait program pengayaan uranium Iran. "Saya ingin kesepakatan itu abadi. Saya ingin kesepakatan itu memastikan mereka tidak akan pernah mendapatkan, tidak akan pernah memiliki kesempatan untuk mendapatkan (senjata nuklir)," tegas Trump.
Dalam pernyataannya, Trump mengklaim bahwa Iran saat ini tidak mampu membuat senjata nuklir setidaknya dalam 20 tahun ke depan. Militer AS telah melumpuhkan kemampuan nuklir Iran melalui serangan pada Juni 2025 dan selama perang terbaru. Hal ini membuka peluang bagi AS untuk mencapai kesepakatan sementara dengan Iran.
Kebijakan ini menunjukkan pendekatan baru AS dalam menangani konflik dengan Iran, mengutamakan diplomasi dan kesepakatan damai dibandingkan ancaman nuklir. Dunia internasional kini menanti langkah selanjutnya dari kedua negara untuk mewujudkan perdamaian yang langgeng di kawasan Timur Tengah.
Artikel Terkait
Trump Perintahkan AL AS Tembak Hancurkan Kapal Penebar Ranjau di Selat Hormuz
Reza Pahlavi Dilempari Saus Tomat di Konferensi Pers Berlin: Simbol Ketegangan Politik Iran di Pengasingan
Iran Kecam Perpanjangan Gencatan Senjata oleh AS, Militer Siap Tempur 100 Persen
Video Tentara Iran Sita Kapal di Selat Hormuz: IRGC Naik Bersenjata, Begini Kronologi Lengkapnya