MULTAQOMEDIA.COM - Presiden Iran Masoud Pezeshkian dikabarkan turut menangani Pemimpin Tertinggi Mojtaba Khamenei yang mengalami luka parah akibat serangan gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel pada 28 Februari lalu.
Selain menjabat sebagai pemimpin negara, Pezeshkian dikenal sebagai seorang dokter ahli bedah jantung. Tidak hanya Pezeshkian, Menteri Kesehatan Iran juga ikut serta dalam perawatan langsung Mojtaba.
Surat kabar The New York Times (NYT), mengutip keterangan dari sembilan sumber termasuk pejabat publik dan militer, melaporkan bahwa Mojtaba masih berada dalam persembunyian yang sulit dilacak sejak menjadi korban pengeboman bersama ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei.
Akses untuk bertemu Mojtaba sangat terbatas, bahkan hampir mustahil bagi pejabat biasa. Ia dikelilingi oleh tim dokter dan staf medis yang merawat luka-luka akibat serangan udara tersebut.
Artikel Terkait
Trump Ancam Terapkan Tarif di Selat Hormuz Jika Gagal Damai dengan Iran dalam 60 Hari
AS Setuju Bayar Ganti Rugi Rp5,3 Kuadriliun ke Iran: Ini 14 Poin Perjanjian Damai Bersejarah
Trump Mau Pecat Menhan dan Dirut CIA yang Tolak Perdamaian dengan Iran
Iran Ancam Serang Balik Israel Jika Serangan ke Lebanon Tak Dihentikan, Perjanjian Damai AS-Iran Terancam Gagal