Para komandan senior Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) dan pejabat tinggi pemerintah pun tidak mengunjunginya karena khawatir Israel dapat melacak dan membunuhnya.
Sumber-sumber Iran menyatakan kepada NYT bahwa Pezeshkian terlibat dalam perawatan Mojtaba. Namun, tidak disebutkan secara rinci bagaimana peran presiden dalam perawatan medis Pemimpin Tertinggi berusia 56 tahun tersebut.
Meskipun terluka parah, Mojtaba tetap dalam kondisi mental yang tajam dan aktif. Salah satu kakinya dilaporkan telah menjalani operasi sebanyak tiga kali dan kini sedang menunggu pemasangan prostetik.
Wajah dan bibir Mojtaba mengalami luka bakar serius yang menyebabkan kesulitan berbicara. Sumber tersebut menambahkan bahwa Mojtaba memerlukan operasi plastik untuk memulihkan kondisinya.
Hal ini menjadi alasan mengapa Mojtaba belum tampil secara fisik di hadapan publik, bahkan melalui video sekalipun. Ia tidak ingin terlihat rentan atau terdengar lemah saat berpidato. Meski demikian, Mojtaba telah menyampaikan beberapa pernyataan tertulis yang diposting secara online atau dibacakan di televisi pemerintah.
Artikel Terkait
Trump Ancam Terapkan Tarif di Selat Hormuz Jika Gagal Damai dengan Iran dalam 60 Hari
AS Setuju Bayar Ganti Rugi Rp5,3 Kuadriliun ke Iran: Ini 14 Poin Perjanjian Damai Bersejarah
Trump Mau Pecat Menhan dan Dirut CIA yang Tolak Perdamaian dengan Iran
Iran Ancam Serang Balik Israel Jika Serangan ke Lebanon Tak Dihentikan, Perjanjian Damai AS-Iran Terancam Gagal