Para komandan senior Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) dan pejabat tinggi pemerintah pun tidak mengunjunginya karena khawatir Israel dapat melacak dan membunuhnya.
Sumber-sumber Iran menyatakan kepada NYT bahwa Pezeshkian terlibat dalam perawatan Mojtaba. Namun, tidak disebutkan secara rinci bagaimana peran presiden dalam perawatan medis Pemimpin Tertinggi berusia 56 tahun tersebut.
Meskipun terluka parah, Mojtaba tetap dalam kondisi mental yang tajam dan aktif. Salah satu kakinya dilaporkan telah menjalani operasi sebanyak tiga kali dan kini sedang menunggu pemasangan prostetik.
Wajah dan bibir Mojtaba mengalami luka bakar serius yang menyebabkan kesulitan berbicara. Sumber tersebut menambahkan bahwa Mojtaba memerlukan operasi plastik untuk memulihkan kondisinya.
Hal ini menjadi alasan mengapa Mojtaba belum tampil secara fisik di hadapan publik, bahkan melalui video sekalipun. Ia tidak ingin terlihat rentan atau terdengar lemah saat berpidato. Meski demikian, Mojtaba telah menyampaikan beberapa pernyataan tertulis yang diposting secara online atau dibacakan di televisi pemerintah.
Artikel Terkait
Perang Turki vs Israel: Analisis Kekuatan Militer Terbaru & Dampak Strategis Pakta Makkah
Embargo Dagang UEA ke Iran: Konflik Timur Tengah Memanas, Dampaknya bagi Ekonomi Global
Menteri Israel Ben Gvir Serukan Gaza Dikosongkan Permanen dan Minta Militer Bunuh 30-40 Warga Setiap Malam
Warga Gaza Rayakan HUT ke-81 RI dengan Lukisan Merah Putih di Tengah Reruntuhan