MULTAQOMEDIA.COM - Video ceramah Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla (JK), yang viral karena dituding menistakan agama ternyata merupakan hasil manipulasi konteks dan sengaja digembar-gemborkan di media sosial.
Peneliti Drone Emprit, Rizal Nova Mujahid, mengungkapkan bahwa viralnya potongan video JK adalah bentuk dekontekstualisasi. Video panjang dipotong menjadi klip-klip pendek sehingga kehilangan konteks aslinya.
"Apa yang terjadi adalah video aslinya berdurasi 43 menit yang membahas 'Strategi Diplomasi Indonesia dalam Mitigasi Eskalasi Perang Regional Multipolar', lalu dipotong pendek-pendek sehingga kehilangan konteksnya, baik historis maupun akademiknya," kata Nova dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat, 24 April 2026.
Menurutnya, pernyataan JK tentang 'mati syahid' merupakan refleksi historis terkait konflik di Poso dan Ambon, bukan ajaran atau dukungan terhadap doktrin kekerasan berbasis agama.
"Kata 'Mati Syahid' adalah dalam konteks refleksi historis terkait konflik di Poso dan Ambon, tetapi diputarbalikkan seolah JK mengajarkan dan mendukung doktrin kekerasan," ungkapnya.
Nova memandang penyebaran potongan pendek video JK ini bersifat terstruktur dan masif di media sosial (medsos). Data Drone Emprit mencatat lebih dari 34.600 mention dengan 17 persen sentimen negatif, dan lebih dari 1.600 percakapan bernada marah di semua platform.
Artikel Terkait
Kasus Ijazah Palsu Jokowi: Aktivis Desak Pengadilan Terbuka, Kriminalisasi Penggugat Disorot
Purbaya Yudhi Sadewa Copot 2 Dirjen Kemenkeu: Kritik Keras Digeser Baru Nangis
Mahfud MD Bela Saiful Mujani: Analisis Hukum Tuduhan Makar yang Mengada-ada
Merger Gerindra dan NasDem Ditolak Tegas: Dasco & Saan Mustopa Bantah Isu Penggabungan