“Para pejabat administrasi (tidak termasuk Patel): mereka adalah target, diprioritaskan dari peringkat tertinggi hingga terendah,” demikian isi tulisan tersebut yang tampaknya merujuk pada sang direktur FBI.
Hingga kini, pihak berwenang belum mengetahui alasan spesifik mengapa Patel dikecualikan dari daftar target. “Secret Service hanya akan menjadi target jika diperlukan. Keamanan hotel, Kepolisian Capitol, dan Garda Nasional sebisa mungkin tidak menjadi target. Karyawan serta tamu hotel sama sekali bukan target,” bunyi tulisannya.
Permintaan Maaf dan Isu Kemanusiaan
Dalam dokumen sepanjang kurang lebih 1.000 kata tersebut, Allen juga menuliskan daftar permintaan maaf yang panjang kepada teman, murid, hingga keluarganya. Ia juga menyampaikan terima kasih atas dukungan mereka selama hidupnya. Belum diketahui dari mana pihak berwenang memperoleh tulisan tersebut.
Isi pesannya turut menyoroti isu-isu kemanusiaan dan konflik global, seperti laporan penyiksaan di kamp penahanan imigran, serangan kapal di Laut Karibia dan Pasifik, hingga tragedi pengeboman sekolah dasar di Iran. “Bersikap pasif ketika orang lain ditindas bukanlah perilaku Kristen. Itu adalah keterlibatan dalam kejahatan penindas,” tulisnya.
Dalam sebuah wawancara di Fox News pada Minggu pagi, Trump tampaknya merujuk pada tulisan tersebut ketika ia menyebutkan bahwa tersangka memiliki "manifesto". “Dia pria yang sangat bermasalah,” kata Trump.
Artikel Terkait
Kanselir Jerman Sebut Iran Sukses Mempermalukan AS Lewat Diplomasi dan Konflik Selat Hormuz
Cole Allen Penembak di Jamuan Trump: Motif dan Isi Manifesto yang Mengejutkan
Pelaku Penembakan Acara Trump Terungkap: Guru Berprestasi Lulusan Caltech dan Cal State
Penembakan di Gedung Putih Saat Jamuan Makan Malam Pers, Trump Terjatuh dan Vance Dievakuasi