Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, telah memerintahkan para penasihatnya untuk bersiap menerapkan blokade jangka panjang terhadap Iran. Langkah ini menargetkan pelabuhan-pelabuhan Iran di Selat Hormuz dengan melarang kapal masuk maupun keluar dari wilayah tersebut.
Menurut laporan Wall Street Journal (WSJ) yang mengutip sumber pejabat AS, Trump menilai opsi lain seperti melanjutkan operasi militer atau mundur dari konflik memiliki risiko lebih besar dibandingkan penerapan blokade.
Wakil Sekretaris Pers Anna Kelly membenarkan laporan tersebut dan menyatakan bahwa blokade ini memberikan pengaruh maksimal kepada AS terhadap otoritas Iran. Ia menegaskan bahwa Trump hanya akan menyetujui kesepakatan yang menjamin keamanan nasional Amerika Serikat.
Perundingan damai putaran pertama antara AS dan Iran yang berlangsung di Pakistan pada 11-12 April lalu gagal mencapai kesepakatan. Dua isu utama yang menjadi hambatan adalah program nuklir Iran dan blokade Selat Hormuz.
Artikel Terkait
AS Setuju Bayar Ganti Rugi Rp5,3 Kuadriliun ke Iran: Ini 14 Poin Perjanjian Damai Bersejarah
Trump Mau Pecat Menhan dan Dirut CIA yang Tolak Perdamaian dengan Iran
Iran Ancam Serang Balik Israel Jika Serangan ke Lebanon Tak Dihentikan, Perjanjian Damai AS-Iran Terancam Gagal
Donald Trump Kecam Aksi Militer Israel di Lebanon: Tanpa AS, Tidak Akan Ada Israel