Ketika dimintai konfirmasi, seorang pejabat senior Kementerian Luar Negeri Arab Saudi tidak secara langsung membahas serangan tersebut, namun juga tidak membantahnya. Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Iran memilih untuk tidak memberikan komentar terkait laporan ini.
Arab Saudi memiliki hubungan pertahanan yang erat dengan Amerika Serikat dan sangat bergantung pada militer AS untuk perlindungan. Namun, perang yang berlangsung hampir 40 hari tersebut membuktikan bahwa sistem pertahanan AS tidak efektif dan rentan ditembus oleh rudal-rudal Iran.
Selama konflik, Iran menyerang enam negara anggota Dewan Kerja Sama Teluk (GCC), ditambah Yordania dan Irak, menggunakan rudal dan drone. Target serangan tidak hanya mencakup pangkalan militer AS, tetapi juga situs sipil, bandara, dan fasilitas minyak. Sebelumnya, beberapa sumber pejabat AS juga melaporkan bahwa Uni Emirat Arab (UEA) turut serta dalam serangan terhadap Iran.
Artikel Terkait
Perang Turki vs Israel: Analisis Kekuatan Militer Terbaru & Dampak Strategis Pakta Makkah
Embargo Dagang UEA ke Iran: Konflik Timur Tengah Memanas, Dampaknya bagi Ekonomi Global
Menteri Israel Ben Gvir Serukan Gaza Dikosongkan Permanen dan Minta Militer Bunuh 30-40 Warga Setiap Malam
Warga Gaza Rayakan HUT ke-81 RI dengan Lukisan Merah Putih di Tengah Reruntuhan