Ketika dimintai konfirmasi, seorang pejabat senior Kementerian Luar Negeri Arab Saudi tidak secara langsung membahas serangan tersebut, namun juga tidak membantahnya. Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Iran memilih untuk tidak memberikan komentar terkait laporan ini.
Arab Saudi memiliki hubungan pertahanan yang erat dengan Amerika Serikat dan sangat bergantung pada militer AS untuk perlindungan. Namun, perang yang berlangsung hampir 40 hari tersebut membuktikan bahwa sistem pertahanan AS tidak efektif dan rentan ditembus oleh rudal-rudal Iran.
Selama konflik, Iran menyerang enam negara anggota Dewan Kerja Sama Teluk (GCC), ditambah Yordania dan Irak, menggunakan rudal dan drone. Target serangan tidak hanya mencakup pangkalan militer AS, tetapi juga situs sipil, bandara, dan fasilitas minyak. Sebelumnya, beberapa sumber pejabat AS juga melaporkan bahwa Uni Emirat Arab (UEA) turut serta dalam serangan terhadap Iran.
Artikel Terkait
Rudal Setan II Rusia Sarmat: Hancurkan AS dan Eropa dalam Hitungan Menit
Trump Murka pada Media AS: Laporan Kegagalan Serangan ke Iran Dianggap Pengkhianatan
Trauma Psikologis Tentara Israel Meledak, Ribuan Prajurit Diberhentikan Akibat Perang Gaza
50 Pasangan Yatim Piatu di Gaza Gelar Pernikahan Massal, IHH Turut Beri Dukungan