Ketika dimintai konfirmasi, seorang pejabat senior Kementerian Luar Negeri Arab Saudi tidak secara langsung membahas serangan tersebut, namun juga tidak membantahnya. Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Iran memilih untuk tidak memberikan komentar terkait laporan ini.
Arab Saudi memiliki hubungan pertahanan yang erat dengan Amerika Serikat dan sangat bergantung pada militer AS untuk perlindungan. Namun, perang yang berlangsung hampir 40 hari tersebut membuktikan bahwa sistem pertahanan AS tidak efektif dan rentan ditembus oleh rudal-rudal Iran.
Selama konflik, Iran menyerang enam negara anggota Dewan Kerja Sama Teluk (GCC), ditambah Yordania dan Irak, menggunakan rudal dan drone. Target serangan tidak hanya mencakup pangkalan militer AS, tetapi juga situs sipil, bandara, dan fasilitas minyak. Sebelumnya, beberapa sumber pejabat AS juga melaporkan bahwa Uni Emirat Arab (UEA) turut serta dalam serangan terhadap Iran.
Artikel Terkait
Gencatan Senjata Runtuh, Presiden Iran Deklarasikan Perang Total Lawan AS – Harga Minyak Meroket
AS Minta Warga di Seluruh Dunia Tingkatkan Kewaspadaan Akibat Ketegangan dengan Iran
Rudal Iran Hantam Pangkalan AS di Yordania, 50.000 Tentara Amerika Tak Berdaya
Trump Dihujat Penonton Saat Serahkan Trofi Piala Dunia 2026, Momen Kontroversial di Final Spanyol vs Argentina