Selain itu, mereka mendokumentasikan laporan bahwa para aktivis dipaksa berada dalam posisi menyakitkan dan memalukan saat dipindahkan ke Pelabuhan Ashdod, termasuk berjalan membungkuk dan berlutut dalam waktu lama.
Otoritas Israel juga memaksa aktivis Muslimah untuk melepas jilbab mereka.
Rencananya, para aktivis akan dihadirkan ke pengadilan pada Kamis (21/5/2026) untuk peninjauan penahanan sebelum dideportasi.
Sebelumnya, Adalah menuduh Israel menerapkan kebijakan kriminal berupa penyiksaan dan penghinaan. Tuduhan ini muncul setelah Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben Gvir, membagikan video yang menunjukkan perlakuan tidak manusiawi terhadap aktivis. Dalam video tersebut, para aktivis terlihat berlutut dengan tangan terikat di belakang dan wajah menghadap lantai, sementara lagu kebangsaan Israel diperdengarkan.
Pada akhir April lalu, tentara Israel juga menyerang kapal-kapal armada GSF gelombang pertama di perairan internasional, lepas pantai Pulau Kreta, Yunani. Konvoi tersebut terdiri dari 345 peserta dari 39 negara.
Artikel Terkait
Gencatan Senjata Runtuh, Presiden Iran Deklarasikan Perang Total Lawan AS – Harga Minyak Meroket
AS Minta Warga di Seluruh Dunia Tingkatkan Kewaspadaan Akibat Ketegangan dengan Iran
Rudal Iran Hantam Pangkalan AS di Yordania, 50.000 Tentara Amerika Tak Berdaya
Trump Dihujat Penonton Saat Serahkan Trofi Piala Dunia 2026, Momen Kontroversial di Final Spanyol vs Argentina