Pakar penerbangan AS lainnya John Nance mengatakan, waktu tersebut sama dengan yang dibutuhkan untuk memindahkan sakelar pertama dan kedua.
Dia menambahkan seorang pilot biasanya tidak akan pernah mematikan sakelar saat penerbangan, apalagi saat pesawat baru lepas landas. Memindahkan sakelar ke posisi "cut-off", kata dia, berarti nyaris mematikan mesin.
Fitur ini paling sering digunakan untuk mematikan mesin setelah pesawat tiba di apron bandara dan dalam situasi darurat tertentu seperti terjadi kebakaran mesin.
Namun dalam kasus Air India, laporan penyelidikan tidak menunjukkan adanya kondisi darurat yang mengharuskan bahan bakar diputus alirannya ke mesin.
Sementara itu dalam pemeriksaan di lokasi kejadian, kedua sakelar bahan bakar ditemukan dalam posisi "run". Laporan tersebut mengungkap adanya indikasi kedua mesin menyala kembali, namun sudah terlambat. Pesawat jatuh pada ketinggian rendah
Sumber: inews
Artikel Terkait
Gencatan Senjata Runtuh, Presiden Iran Deklarasikan Perang Total Lawan AS – Harga Minyak Meroket
AS Minta Warga di Seluruh Dunia Tingkatkan Kewaspadaan Akibat Ketegangan dengan Iran
Rudal Iran Hantam Pangkalan AS di Yordania, 50.000 Tentara Amerika Tak Berdaya
Trump Dihujat Penonton Saat Serahkan Trofi Piala Dunia 2026, Momen Kontroversial di Final Spanyol vs Argentina