Informasi awal menyebutkan keributan bermula dari perkelahian dua siswa yang duduk satu meja. Pertikaian kecil itu berkembang menjadi konflik besar yang menyeret kelompok masyarakat. Isu bernuansa rasis yang ikut beredar masih belum dapat dipastikan kebenarannya.
Cahyo menekankan pentingnya masyarakat tidak mudah terprovokasi.
“Jangan mudah terpancing emosi atau provokasi yang bisa memperkeruh suasana,” katanya.
Dia juga menegaskan polisi tidak akan membiarkan konflik tanpa penegakan hukum.
“Kami akan melakukan penegakan hukum secara tegas sebagai bentuk kehadiran negara di tengah masyarakat. Kami mengimbau agar masyarakat tidak main hakim sendiri dan menjaga persaudaraan, tanpa membedakan suku, agama, warna kulit atau golongan,” ucapnya
Sumber: inews
Artikel Terkait
Rismon Sianipar Akui Ijazah Jokowi Asli: Analisis Forensik Ungkap Watermark UGM
Viral Video Vell TikTok 8 Menit: Fakta, Tato Sensitif & Bahaya Link Palsu
Penkopassus Bantah Isu Seskab Teddy Ditampar Pangkopassus: Klarifikasi Lengkap dan Kronologi Hoaks
Ade Armando & Abu Janda Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Ini Penyebab & Respons Mereka