Informasi awal menyebutkan keributan bermula dari perkelahian dua siswa yang duduk satu meja. Pertikaian kecil itu berkembang menjadi konflik besar yang menyeret kelompok masyarakat. Isu bernuansa rasis yang ikut beredar masih belum dapat dipastikan kebenarannya.
Cahyo menekankan pentingnya masyarakat tidak mudah terprovokasi.
“Jangan mudah terpancing emosi atau provokasi yang bisa memperkeruh suasana,” katanya.
Dia juga menegaskan polisi tidak akan membiarkan konflik tanpa penegakan hukum.
“Kami akan melakukan penegakan hukum secara tegas sebagai bentuk kehadiran negara di tengah masyarakat. Kami mengimbau agar masyarakat tidak main hakim sendiri dan menjaga persaudaraan, tanpa membedakan suku, agama, warna kulit atau golongan,” ucapnya
Sumber: inews
Artikel Terkait
Prada Arif Tewas dengan 10 Luka Tusuk di Tangerang, Polisi Tangkap 4 Pelaku dalam 24 Jam
Hasto Kristiyanto Kritik Keras Pelibatan Babinsa Awasi Pajak: Bentuk Penyalahgunaan Kekuasaan Negara
Ahli Digital Forensik Ungkap Manipulasi Replikasi Data dalam Kasus Ijazah Jokowi
Gibran Duduk di Kursi Menteri Saat Sidang Kabinet: Isyarat Politik atau Sekadar Teknis?