Situasi makin memprihatinkan ketika Rico mengecek ruangan lain yang berubah menjadi tempat penimbunan barang tak terpakai. Di bawah meja kerja, dia menemukan tumpukan kertas bekas yang dibiarkan begitu saja.
“Bu, ini parah sekali tempat kalian. Sama sekali tidak dirawat. Jangan karena letaknya di ujung kota, lalu dibiarkan seperti ini. Bayangkan, menata ruangan saja tidak bisa,” ucapnya.
Akhirnya, Rico menegaskan agar semua ruangan segera dibersihkan dan kantor ditata ulang agar kembali layak sebagai tempat pelayanan publik.
“Sepanjang saya keliling ke kelurahan, ini yang paling parah,” ujarnya.
Mendapat teguran keras itu, Lurah Ladang Bambu hanya bisa menunduk dan mengakui kesalahan.
“Siap salah, Pak,” katanya.
Sebelum meninggalkan lokasi, Rico menginstruksikan agar pembenahan segera dilakukan agar kantor kelurahan bisa kembali bersih, nyaman,
Sumber: inews
Artikel Terkait
KPK Jamin Status Mahasiswa Unsoed Aman dan Kuliah Tetap Normal di Tengah Kasus Dugaan Pemerasan
Kronologi Lengkap Pencopotan dan Penangkapan Lodewyk Pusung: Fakta Telepon Teddy Indra Wijaya hingga Sidang Praperadilan BGN
Wafa Ahdina Mundur dari Unhan demi Pertahankan Hijab: Kisah Lengkap di Balik Keputusan Besar
KPK Tetapkan 6 Tersangka OTT Unsoed: Rektor dan Wakil Rektor Terjaring Dugaan Pemerasan Seleksi Mandiri