MULTAQOMEDIA.COM - Memasuki hari keempat setelah ambruknya bangunan musala di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Kecamatan Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur, tim SAR gabungan mulai mengerahkan alat berat. Upaya ini dilakukan, untuk mempercepat proses evakuasi korban yang masih tertimbun puing-puing bangunan.
Langkah ini diambil setelah 72 jam pertama atau masa golden time berlalu dan tidak lagi terdeteksi tanda-tanda kehidupan dari bawah reruntuhan.
Penggunaan alat berat telah mendapat persetujuan resmi dari keluarga korban, yang sebelumnya telah diajak berdialog intensif oleh pemerintah dan tim penyelamat.
Artikel Terkait
Prada Arif Tewas dengan 10 Luka Tusuk di Tangerang, Polisi Tangkap 4 Pelaku dalam 24 Jam
Hasto Kristiyanto Kritik Keras Pelibatan Babinsa Awasi Pajak: Bentuk Penyalahgunaan Kekuasaan Negara
Ahli Digital Forensik Ungkap Manipulasi Replikasi Data dalam Kasus Ijazah Jokowi
Gibran Duduk di Kursi Menteri Saat Sidang Kabinet: Isyarat Politik atau Sekadar Teknis?