Dari sisi korban, tercatat 3 warga mengalami luka-luka di Kabupaten Sumenep. Ketiganya sudah mendapatkan perawatan medis di puskesmas setempat dan diperbolehkan pulang.
“Sementara itu, sekitar 373 KK atau 1.306 jiwa mengungsi, dengan 6 KK atau 16 jiwa tercatat terdampak langsung,” ucapnya.
BNPB bersama BPBD Provinsi Jawa Timur dan kabupaten/kota terus melakukan monitoring, pendataan serta distribusi bantuan. Sejumlah logistik darurat seperti makanan siap saji, lauk pauk, terpal, selimut, tambahan gizi, serta paket family kits telah disalurkan kepada warga terdampak.
Kondisi di sejumlah wilayah berangsur pulih. Listrik di Kecamatan Gayam yang sempat padam kini kembali normal. Namun BNPB tetap mengimbau warga agar waspada, menghindari bangunan retak atau rusak, serta memeriksa kelayakan rumah sebelum ditempati kembali.
BNPB juga merekomendasikan agar Pemerintah Kabupaten Sumenep segera menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana untuk mempercepat penanganan. Percepatan pendataan kerusakan dan distribusi bantuan dinilai penting agar kebutuhan dasar masyarakat terdampak segera terpenuhi
Sumber: inews
Artikel Terkait
KPK Jamin Status Mahasiswa Unsoed Aman dan Kuliah Tetap Normal di Tengah Kasus Dugaan Pemerasan
Kronologi Lengkap Pencopotan dan Penangkapan Lodewyk Pusung: Fakta Telepon Teddy Indra Wijaya hingga Sidang Praperadilan BGN
Wafa Ahdina Mundur dari Unhan demi Pertahankan Hijab: Kisah Lengkap di Balik Keputusan Besar
KPK Tetapkan 6 Tersangka OTT Unsoed: Rektor dan Wakil Rektor Terjaring Dugaan Pemerasan Seleksi Mandiri