Meski demikian, imbuh Dahniar, korban mengalami trauma pasca kejadian tersebut. Korban pun masih diam seribu bahasa usai kejadian tersebut.
"Korban juga sepertinya masih Trauma, karena hingga saat ini belum mengucapkan sepatah kata," ucapnya.
Terpisah, Kapolres Kepulauan Selayar AKBP Didid Imawan menyampaikan keprihatinannya atas kejadian ini. Ia pun berharap agar korban dapat sehat kembali dan mengimbau agar warga untuk sementara tidak melakukan aktivitas di sekitar lokasi kejadian.
"Kami mengimbau agar warga tidak melakukan aktivitas untuk sementara di sekitar teluk Ngapaloka Desa Patilereng. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan," imbau Kapolres.
Kepala Desa Patilereng Saharuddin Arif yang dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan bahwa keberadaan buaya di sekitar Teluk Ngapaloka dan Pantai Punagaan sudah lama termonitor. Beberapa Nelayan bahkan wisatawan yang berkunjung ke Punagaan yang juga adalah salah satu Destinasi Wisata di Selayar mengaku pernah melihatnya.
"Sudah banyak yang melaporkan. Kami juga sudah melaporkan ke Pemerintah Kabupaten termasuk berkoordinasi dengan Balai Penangkaran Hewan di Makassar. Namun hingga saat ini belum ada langkah yang dilakukan," sebutnya.
Ia berharap buaya tersebut dappat ditangkap, sehingga tidak membahayakan warga yang beraktivitas di Pantai Ngapaloka.
"Semoga dengan adanya kejadian ini, pihak terkait dapat membantu kami untuk melakukan langkah-langkah yang diperlukan agar area pantai tersebut dapat kembali aman untuk aktivitas warga," ucapnya
Sumber: merdeka
Artikel Terkait
KPK Jamin Status Mahasiswa Unsoed Aman dan Kuliah Tetap Normal di Tengah Kasus Dugaan Pemerasan
Kronologi Lengkap Pencopotan dan Penangkapan Lodewyk Pusung: Fakta Telepon Teddy Indra Wijaya hingga Sidang Praperadilan BGN
Wafa Ahdina Mundur dari Unhan demi Pertahankan Hijab: Kisah Lengkap di Balik Keputusan Besar
KPK Tetapkan 6 Tersangka OTT Unsoed: Rektor dan Wakil Rektor Terjaring Dugaan Pemerasan Seleksi Mandiri