"Padahal dahulu ketika Budi Arie menjadi Menteri Koperasi, sudah menyatakan mendukung penuh dan tegak lurus dengan Prabowo. Namun ketika Budi Arie dikeluarkan dari kabinet, dia terlihat sekali sangat kecewa dengan Prabowo dan sempat ingin menyeberang lagi ke Jokowi serta mau tegak lurus lagi dengan Jokowi," kata Saiful.
Namun rupanya Budi Arie masih belum bisa membaca arah angin politik Jokowi, yang sudah nekat menceburkan diri ke PSI. Sebab hanya di partai gurem itulah Jokowi bisa diterima, mengingat yang menjadi ketua umumnya adalah putra bungsunya, Kaesang Pangarep.
Di sinilah Saiful melihat bahwa Budi Arie dan Jokowi tidak lebih hanyalah seperti dua politisi yang nyaris tenggelam karena sudah ditinggalkan rakyat yang melek politik.
"Mereka berdua ingin bersekutu lagi dalam satu kekuatan politik, namun realitas politik tak menghendakinya, hingga mau tidak mau keduanya harus memilih jalan politiknya masing-masing," pungkas Saiful.
Sumber: RMOL
Artikel Terkait
Prada Arif Tewas dengan 10 Luka Tusuk di Tangerang, Polisi Tangkap 4 Pelaku dalam 24 Jam
Hasto Kristiyanto Kritik Keras Pelibatan Babinsa Awasi Pajak: Bentuk Penyalahgunaan Kekuasaan Negara
Ahli Digital Forensik Ungkap Manipulasi Replikasi Data dalam Kasus Ijazah Jokowi
Gibran Duduk di Kursi Menteri Saat Sidang Kabinet: Isyarat Politik atau Sekadar Teknis?