"Dia sangat sakit untuk bergerak atau meminta bantuan, terbaring di tempat tidurnya sambil muntah selama berjalan-jalan, sementara tamu lain berebut mencari bantuan," ungkap Li pada Daily Mail, dikutip Kamis (20/11/2025).
"Saya pribadi berhasil minta bantuan, dan dibawa ke klinik 3 kali sampai akhirnya memanggil ambulans untuk dibawa ke rumah sakit. Setibanya di RS, saya mengirim pesan ke Zhouga, tapi pesan itu hingga sekarang tak pernah dibalas," tambah Li.
Bicara soal para korban 'keracunan' kutu busuk, selain Li dan Zhouga, ada juga Melanie Irene dan Alisa Kokonozi asal Jerman; lalu wisatawan Arab Saudi bernama Alahmadi Yousef Mohammed; tamu Filipina bernama Cana Clifford Jay; hingga turis China lainnya bernama Leslie Zhoa.
Penyelidikan lebih lanjut masih dilakukan hingga sekarang, termasuk memeriksa hostel. Hingga sekarang, penyebab kematian yang dilaporkan ialah gastroenteritis akut dan syok hipovolemik. Namun, asal muasal keracunan masih belum dikonfirmasi.
Di sisi lain, Li mengklaim pada malam sebelumnya dia melihat kamar di sebelahnya ditutup dan dikarantina setelah dilakukan pembasmian kutu busuk. Jadi, ada dugaan para turis sakit akibat keracunan pestisida kutu busuk
Sumber : inews
Artikel Terkait
Prada Arif Tewas dengan 10 Luka Tusuk di Tangerang, Polisi Tangkap 4 Pelaku dalam 24 Jam
Hasto Kristiyanto Kritik Keras Pelibatan Babinsa Awasi Pajak: Bentuk Penyalahgunaan Kekuasaan Negara
Ahli Digital Forensik Ungkap Manipulasi Replikasi Data dalam Kasus Ijazah Jokowi
Gibran Duduk di Kursi Menteri Saat Sidang Kabinet: Isyarat Politik atau Sekadar Teknis?