Selain tanah longsor, banjir bandang turut melanda sejumlah wilayah di Tapanuli Tengah dan Kota Sibolga.
Aliran air dari hulu yang meluap membuat beberapa kawasan pemukiman terendam, sementara akses jalan di sejumlah titik sempat terputus akibat tumpukan material lumpur dan kayu.
Warga di bantaran sungai diminta mengungsi sementara untuk menghindari kemungkinan banjir susulan.
Kepolisian mengimbau masyarakat yang tinggal di sekitar lereng perbukitan dan aliran sungai agar tetap meningkatkan kewaspadaan.
Curah hujan diperkirakan masih tinggi beberapa hari ke depan sehingga potensi pergerakan tanah dan banjir bandang masih dapat terjadi.
Aparat juga meminta warga segera melapor apabila melihat tanda-tanda pergerakan tanah seperti retakan baru, pohon yang mulai miring, atau suara gemuruh dari arah perbukitan.
Upaya pembersihan material longsor dan pendataan kerusakan terus dilakukan oleh tim gabungan.
Pemerintah daerah menyatakan akan memastikan kebutuhan darurat warga terdampak terpenuhi, termasuk lokasi pengungsian sementara bagi keluarga yang rumahnya berada di zona rawan longsor
Sumber: Wartakota
Artikel Terkait
Prada Arif Tewas dengan 10 Luka Tusuk di Tangerang, Polisi Tangkap 4 Pelaku dalam 24 Jam
Hasto Kristiyanto Kritik Keras Pelibatan Babinsa Awasi Pajak: Bentuk Penyalahgunaan Kekuasaan Negara
Ahli Digital Forensik Ungkap Manipulasi Replikasi Data dalam Kasus Ijazah Jokowi
Gibran Duduk di Kursi Menteri Saat Sidang Kabinet: Isyarat Politik atau Sekadar Teknis?