Selain tanah longsor, banjir bandang turut melanda sejumlah wilayah di Tapanuli Tengah dan Kota Sibolga.
Aliran air dari hulu yang meluap membuat beberapa kawasan pemukiman terendam, sementara akses jalan di sejumlah titik sempat terputus akibat tumpukan material lumpur dan kayu.
Warga di bantaran sungai diminta mengungsi sementara untuk menghindari kemungkinan banjir susulan.
Kepolisian mengimbau masyarakat yang tinggal di sekitar lereng perbukitan dan aliran sungai agar tetap meningkatkan kewaspadaan.
Curah hujan diperkirakan masih tinggi beberapa hari ke depan sehingga potensi pergerakan tanah dan banjir bandang masih dapat terjadi.
Aparat juga meminta warga segera melapor apabila melihat tanda-tanda pergerakan tanah seperti retakan baru, pohon yang mulai miring, atau suara gemuruh dari arah perbukitan.
Upaya pembersihan material longsor dan pendataan kerusakan terus dilakukan oleh tim gabungan.
Pemerintah daerah menyatakan akan memastikan kebutuhan darurat warga terdampak terpenuhi, termasuk lokasi pengungsian sementara bagi keluarga yang rumahnya berada di zona rawan longsor
Sumber: Wartakota
Artikel Terkait
KPK Jamin Status Mahasiswa Unsoed Aman dan Kuliah Tetap Normal di Tengah Kasus Dugaan Pemerasan
Kronologi Lengkap Pencopotan dan Penangkapan Lodewyk Pusung: Fakta Telepon Teddy Indra Wijaya hingga Sidang Praperadilan BGN
Wafa Ahdina Mundur dari Unhan demi Pertahankan Hijab: Kisah Lengkap di Balik Keputusan Besar
KPK Tetapkan 6 Tersangka OTT Unsoed: Rektor dan Wakil Rektor Terjaring Dugaan Pemerasan Seleksi Mandiri