"Saya bilang, loh ini pemerasan namanya," bebernya. "Jangankan Rp300 juta, Rp3 juta juga saya enggak mau bayar."
Penarikan Kembali Keterangan di BAP karena Tekanan
Ammar Zoni juga secara resmi menarik seluruh isi Berita Acara Pemeriksaan (BAP) yang telah ia berikan kepada penyidik. Alasannya, keterangan tersebut diberikan di bawah tekanan dan pemerasan.
"Saya tarik semuanya. Karena memang pada dasarnya keterangan saya di dalam tekanan," tegasnya. Ia menilai oknum penyidik sengaja membuat skema yang menjadikannya sebagai aktor utama dalam kasus ini, padahal ia mengaku tidak terlibat.
Implikasi dan Kelanjutan Kasus Hukum
Pengakuan Ammar Zoni ini tentu menambah dimensi baru dalam proses hukum yang sedang berjalan. Tuduhan pemerasan oleh oknum penegak hukum di dalam Rutan merupakan hal serius yang perlu ditindaklanjuti. Sidang akan terus berlanjut untuk mengungkap kebenaran dari semua pihak yang terlibat.
Kasus ini menjadi sorotan publik mengenai proses hukum yang transparan dan bebas dari praktik pemerasan. Masyarakat menunggu perkembangan lebih lanjut dari sidang yang penuh kejutan ini.
Artikel Terkait
KPK Jamin Status Mahasiswa Unsoed Aman dan Kuliah Tetap Normal di Tengah Kasus Dugaan Pemerasan
Kronologi Lengkap Pencopotan dan Penangkapan Lodewyk Pusung: Fakta Telepon Teddy Indra Wijaya hingga Sidang Praperadilan BGN
Wafa Ahdina Mundur dari Unhan demi Pertahankan Hijab: Kisah Lengkap di Balik Keputusan Besar
KPK Tetapkan 6 Tersangka OTT Unsoed: Rektor dan Wakil Rektor Terjaring Dugaan Pemerasan Seleksi Mandiri