SP3 Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis: Bukti Intervensi Politik dalam Penegakan Hukum?
Oleh: Ahmad Khozinudin
Penerbitan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) terhadap Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis dinilai sebagai konfirmasi bahwa kinerja penyidik Polda Metro Jaya berada di bawah kendali politik dari Solo, merujuk pada Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Alasan Di Balik Tuduhan Intervensi Politik
Analisis ini didasarkan pada tiga poin kunci yang menunjukkan penyimpangan dari prosedur hukum yang berlaku.
1. Perintah Langsung dari Istana
Menurut keterangan Eggi Sudjana, tidak pernah ada permintaan maaf atau proses perdamaian yang diajukan kepada Jokowi. Eggi menyatakan dirinya tidak layak sebagai tersangka dan meminta Jokowi untuk memerintahkan Kapolri dan Kapolda Metro menghentikan kasusnya. Instruksi ini kemudian ditindaklanjuti oleh ajudan presiden, Kompol Syarif, kepada penyidik. Realitas ini menunjukkan aparat bekerja berdasarkan perintah, bukan asas dan prosedur hukum.
Artikel Terkait
KPK Jamin Status Mahasiswa Unsoed Aman dan Kuliah Tetap Normal di Tengah Kasus Dugaan Pemerasan
Kronologi Lengkap Pencopotan dan Penangkapan Lodewyk Pusung: Fakta Telepon Teddy Indra Wijaya hingga Sidang Praperadilan BGN
Wafa Ahdina Mundur dari Unhan demi Pertahankan Hijab: Kisah Lengkap di Balik Keputusan Besar
KPK Tetapkan 6 Tersangka OTT Unsoed: Rektor dan Wakil Rektor Terjaring Dugaan Pemerasan Seleksi Mandiri