Tidak hanya jalur darat, fasilitas transportasi udara juga terdampak. Di Luwu Utara, massa melakukan longmars sejauh 5 kilometer menuju Bandara Andi Djemma Masamba. Kehadiran massa di area bandara mengganggu aktivitas penerbangan dan akses penumpang secara signifikan.
Tuntutan dan Ketegangan di Lokasi Demo
"Aksi ini merupakan bentuk keseriusan rakyat Luwu. Kami menuntut janji pemekaran Provinsi Luwu Raya segera direalisasikan," tegas Karimuddin, Ketua Presidium GPPRL.
Ketegangan sempat terjadi di Jembatan Baliase, Luwu Utara, ketika seorang pengendara motor berupaya menerobos barisan massa. Insiden adu mulut dan saling dorong terjadi sebelum akhirnya diredam.
Dampak Perekonomian dan Pengamanan
Hingga saat ini, pasar tradisional dan pertokoan di sepanjang Trans Sulawesi memilih tutup. Distribusi barang dari Makassar menuju Sulawesi Tengah dan Sulawesi Tenggara via darat terhenti total.
Aparat keamanan dari TNI dan Polri telah disiagakan di berbagai titik blokade untuk mencegah tindakan anarkis dan melakukan negosiasi agar massa bersedia membuka akses jalan secara bertahap.
Artikel Terkait
Tower Seluler Ambruk di Surabaya: Hantam Atap Sekolah & Mobil, Begini Kronologinya
Dino Patti Djalal Peringatkan Risiko Indonesia Gabung Dewan Perdamaian Gaza Trump
Program Makan Bergizi Gratis (MBG): Mesin Gizi, Ekonomi, atau Hanya Proyek Anggaran?
Analisis Visi Prabowo di WEF 2026: Program Gizi Gratis & Keadilan Sosial untuk Rakyat