MULTAQOMEDIA.COM - Skandal tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) di bawah Badan Gizi Nasional (BGN) semakin terkuak ke publik. Mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Muhammad Said Didu, secara terbuka membongkar modus operandi sistematis yang ia sebut sebagai cara BGN "merampok" uang negara melalui manipulasi desain program demi keuntungan kelompok tertentu.
Kritik pedas Said Didu melalui akun X-nya @msaid_didu mendapatkan pembenaran hukum. Kejaksaan Agung (Kejagung) baru saja memperpanjang daftar tersangka kasus korupsi mega proyek ini menjadi enam orang setelah menangkap pihak swasta yang menjadi kaki tangan petinggi BGN.
Skandal MBG: Dapur Fiktif hingga Markup Anggaran
Melalui analisisnya, Said Didu menjabarkan bagaimana program kemanusiaan ini sengaja diubah jalurnya untuk menguras Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
1. Manipulasi Target Penerima
Desain awal yang memprioritaskan warga miskin dan balita di daerah 3T (Terdepan, Tertinggal, Tertinggal) sengaja digelembungkan menjadi 82 juta anak untuk menaikkan kuota anggaran.
2. Komersialisasi Titik Dapur (SPPG)
BGN menjual kuota Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang membengkak dari kebutuhan riil 15.000 menjadi 30.000 titik. Kelebihan 7.000 dapur diperjualbelikan dengan potensi kebocoran Rp300 miliar per hari, serta ditemukannya ratusan dapur fiktif.
Artikel Terkait
PDIP Balas Sindiran Golkar: Fokus pada Pemadaman Listrik, Bukan Urusi Posisi Kami
Jokowi Buka Suara soal Roy Suryo dan Dokter Tifa: Siap Bawa Ijazah Asli ke Sidang
Rekam Jejak Teruji! KCI Resmi Dorong Sufmi Dasco Ahmad Maju Pilpres 2029
Hubungan Rahmat Djimbula dan Dasco Ahmad: Siapa Dalang di Balik Tuduhan Mobil Fortuner Tiyo Ardianto?