MULTAQOMEDIA.COM - Ketegangan politik antara Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Partai Golkar kembali memanas. Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP memberikan respons tegas terhadap sindiran Partai Golkar yang mempertanyakan peran PDIP sebagai partai penyeimbang di luar pemerintahan.
Ketua DPP PDIP, Deddy Yevri Sitorus, menegaskan bahwa Partai Golkar seharusnya lebih fokus menangani masalah nyata yang dihadapi rakyat, seperti pemadaman listrik yang meluas, daripada mengomentari posisi politik PDIP.
"Saya menilai lebih baik Partai Golkar fokus mengurus persoalan pemadaman listrik yang terjadi di mana-mana, daripada sibuk mengurusi posisi PDI Perjuangan," ujar Deddy dalam keterangan resminya pada Sabtu, 20 Juni 2026.
Deddy yang juga menjabat sebagai Anggota Komisi II DPR RI ini menekankan bahwa PDIP bukanlah partai yang menjadikan kekuasaan sebagai tujuan utama. Ia secara jelas membandingkan sikap partainya dengan Golkar yang dinilai selalu ingin berkuasa, baik menang maupun kalah.
"PDI Perjuangan bukanlah partai seperti Golkar yang kalah atau menang tetap ingin ikut berkuasa. Kami tidak memiliki bakat candu kekuasaan, seolah tanpa berkuasa akan mati atau tidak berkembang," tegasnya.
Menurut Deddy, meskipun berada di dalam pemerintahan memberikan keuntungan politik berupa akses terhadap kekuasaan, hal tersebut bukanlah alasan bagi PDIP untuk memaksakan diri bergabung. Ia justru heran dengan pihak-pihak yang menyindir keputusan PDIP untuk tetap berada di luar kabinet.
Artikel Terkait
Jokowi Buka Suara soal Roy Suryo dan Dokter Tifa: Siap Bawa Ijazah Asli ke Sidang
Rekam Jejak Teruji! KCI Resmi Dorong Sufmi Dasco Ahmad Maju Pilpres 2029
Hubungan Rahmat Djimbula dan Dasco Ahmad: Siapa Dalang di Balik Tuduhan Mobil Fortuner Tiyo Ardianto?
Jokowi Dinilai Belum Yakin Kaesang Mampu Besarkan PSI, Pilih Jabat Ketua Dewan Pembina