"Saya memahami betul bahwa berada dalam pemerintahan sangat menguntungkan partai politik karena memiliki akses kekuasaan. Namun, justru karena itulah saya heran mengapa ada pihak yang bersikap nyinyir terhadap partai yang memilih tidak masuk dan tidak menikmati kemewahan kekuasaan," tegasnya.
Deddy menambahkan bahwa PDIP menghormati pilihan partai-partai yang bergabung dalam pemerintahan. Oleh karena itu, ia berharap Partai Golkar juga memberikan penghormatan yang sama kepada partai yang memilih berada di luar pemerintahan.
"Kami menghormati partai-partai yang berada di pemerintahan, dan sudah sepantasnya Golkar juga menunjukkan sikap yang sama kepada pihak yang berada di luar pemerintahan," pungkasnya.
Sebelumnya, Partai Golkar melalui Sekretaris Jenderal (Sekjen) Muhamad Sarmuji turut menyoroti sikap politik PDIP yang dinilai belum jelas terhadap pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. Sarmuji mengaku menghormati posisi PDIP sebagai penyeimbang, namun mempertanyakan efektivitas peran tersebut.
"Yang jelas sampai sekarang PDIP tidak masuk di pemerintahan. Kalau praktik penyeimbang itu soal lain. Selama ini entah apa yang diseimbangkan? Nanti rakyat yang menilai," pungkas Sarmuji.
Kata Kunci: PDIP, Golkar, sindiran politik, partai penyeimbang, pemerintahan Prabowo, Deddy Yevri Sitorus, Muhamad Sarmuji, politik Indonesia 2026.
Artikel Terkait
Jokowi Buka Suara soal Roy Suryo dan Dokter Tifa: Siap Bawa Ijazah Asli ke Sidang
Rekam Jejak Teruji! KCI Resmi Dorong Sufmi Dasco Ahmad Maju Pilpres 2029
Hubungan Rahmat Djimbula dan Dasco Ahmad: Siapa Dalang di Balik Tuduhan Mobil Fortuner Tiyo Ardianto?
Jokowi Dinilai Belum Yakin Kaesang Mampu Besarkan PSI, Pilih Jabat Ketua Dewan Pembina