Kejadian bermula ketika MY terlihat bolos sekolah dan sedang nongkrong di rumah warga yang jaraknya hanya sekitar 100 meter dari sekolah. Melihat hal tersebut, Arpan selaku satpam berinisiatif mendatangi dan mengingatkan MY untuk kembali mengikuti pelajaran.
Setelah dibawa kembali ke kelas, MY justru mendatangi pos Arpan. Dalam keadaan emosi, MY kemudian melancarkan pukulan kepada satpam tersebut hingga menyebabkan korban mengalami luka di bagian wajah dan babak belur.
“Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka di bagian wajah. (Korban) telah melaporkan dugaan penganiayaan ini ke pihak kepolisian,” tandas AKP Sapri. Saat ini, pihak berwenang masih mendalami kasus ini lebih lanjut.
Respons Publik dan Dampak Kasus Kekerasan di Sekolah
Video yang diunggah akun Instagram @fakta.indo pada Selasa (27/1/2026) ini telah ditonton puluhan ribu kali dan memicu kecaman dari warganet. Banyak yang mengecam keras aksi kekerasan yang dilakukan oleh murid terhadap petugas sekolah.
Kasus ini kembali menyulut keprihatinan mengenai keamanan dan etika di lingkungan pendidikan. Insiden di Luwu Utara dan sebelumnya di Jambi menjadi pengingat pentingnya penanaman nilai-nilai respect dan penyelesaian masalah tanpa kekerasan di sekolah.
Artikel Terkait
KPK Jamin Status Mahasiswa Unsoed Aman dan Kuliah Tetap Normal di Tengah Kasus Dugaan Pemerasan
Kronologi Lengkap Pencopotan dan Penangkapan Lodewyk Pusung: Fakta Telepon Teddy Indra Wijaya hingga Sidang Praperadilan BGN
Wafa Ahdina Mundur dari Unhan demi Pertahankan Hijab: Kisah Lengkap di Balik Keputusan Besar
KPK Tetapkan 6 Tersangka OTT Unsoed: Rektor dan Wakil Rektor Terjaring Dugaan Pemerasan Seleksi Mandiri