Dalam pernyataannya, Deddy juga menyampaikan pesan keras kepada siapa pun yang mengenakan seragam atau memiliki kewenangan. Ia mengingatkan agar kekuasaan tidak disalahgunakan untuk menindas atau menyakiti masyarakat kecil, terutama yang tidak berdaya.
"Ente berdua kan ngeribetin hidup gua lagi tiap hari. Yang ditanya-tanyain orang kan pasti gua. Anda kan di Kemhan, Anda kan tentara juga. Gimana itu urusannya itu tentara mukulin orang, polisi mukulin orang dan sebagainya," ungkap Deddy.
Penyesalan atas Tindakan Oknum Aparat
Deddy menyayangkan tindakan oknum aparat yang memukuli kakek tersebut hanya berdasarkan kecurigaan tidak masuk akal bahwa es gabusnya terbuat dari spons. Menurutnya, tindakan itu tidak manusiawi dan justru mencoreng nama institusi.
"Bro, cek dulu. Ya kan, dicek nih... Nah, baru lu samperin. Dan kalau lu samperin juga lu tangkap. Bukan dipukulin. Itu kakek-kakek, enggak bisa ngelawan. Aduh, badannya cungkring. Ya Allah, itu badannya udah kayak lidi," kata Deddy.
Sindiran untuk Oknum yang Tak Berprikemanusiaan
Deddy juga menyindir oknum dalam video viral yang dianggapnya hanya berani kepada rakyat kecil. Ia membandingkan perawakan sang kakek yang ringkih dengan oknum tersebut, dan menyatakan bahwa nyali oknum mungkin akan berbeda jika berhadapan dengan orang yang sangar.
Harapan Deddy Corbuzier ke Depan
Deddy berharap kasus penjual es gabus ini dapat menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak. Ia menekankan bahwa empati dan nilai-nilai kemanusiaan harus selalu diutamakan, khususnya dalam melindungi dan memperlakukan masyarakat kecil dengan adil.
Artikel Terkait
KPK Jamin Status Mahasiswa Unsoed Aman dan Kuliah Tetap Normal di Tengah Kasus Dugaan Pemerasan
Kronologi Lengkap Pencopotan dan Penangkapan Lodewyk Pusung: Fakta Telepon Teddy Indra Wijaya hingga Sidang Praperadilan BGN
Wafa Ahdina Mundur dari Unhan demi Pertahankan Hijab: Kisah Lengkap di Balik Keputusan Besar
KPK Tetapkan 6 Tersangka OTT Unsoed: Rektor dan Wakil Rektor Terjaring Dugaan Pemerasan Seleksi Mandiri