Artanto menegaskan bahwa tindakan kekerasan terhadap hewan seperti ini dapat diproses secara hukum. Polda Jateng saat ini masih melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap motif di balik tindakan keji pelaku.
Polisi Bisa Gunakan Laporan Model A atau B untuk Kasus Ini
Kombes Artanto juga menjelaskan mekanisme pelaporan untuk kasus serupa. Polisi dapat memprosesnya menggunakan Laporan Model A, yaitu laporan yang dibuat atas inisiatif polisi yang mengetahui kejadian, atau Laporan Model B yang berasal dari pengaduan masyarakat.
Polda Prihatin dan Ingatkan Hak Hidup Hewan
Polda Jateng menyatakan keprihatinan yang mendalam atas insiden ini. Artanto mengingatkan bahwa hewan juga merupakan makhluk hidup yang memiliki hak untuk dilindungi.
"Kami cukup prihatin. Semoga peristiwa seperti ini tidak terulang lagi. Kepada komunitas pencinta hewan, mari kita bersama-sama mencegah terulangnya kekejaman terhadap hewan," pungkas Kabid Humas Polda Jateng tersebut.
Kasus viral penendangan kucing di Blora ini kembali menyoroti pentingnya Undang-Undang Perlindungan Hewan dan menimbulkan kecaman luas dari masyarakat pecinta hewan di media sosial.
Artikel Terkait
Viral Video Vell TikTok 8 Menit: Fakta, Tato Sensitif & Bahaya Link Palsu
Penkopassus Bantah Isu Seskab Teddy Ditampar Pangkopassus: Klarifikasi Lengkap dan Kronologi Hoaks
Ade Armando & Abu Janda Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Ini Penyebab & Respons Mereka
Forklift Modern 2024: Tantangan, Peluang & Solusi Efisiensi Logistik Terbaru